Suara Karya Pastikan Tetap Bertahan
Jumat, 29 April 2016 | 20:21 WIB
Jakarta - Pemimpin Redaksi Harian Suara Karya, Lalu Mara Satriawangsa menegaskan, penutupan surat kabar yang dipimpinnya bukan jalan akhir dalam menyelesaikan persoalan keuangan yang membelit perusahaan. Sampai saat ini, Suara Karya tetap bertahan.
Lalu mengungkapkan, rapat di internal Suara Karya memang membahas soal pendapatan perusahaan yang terus menurun. Tentunya, ujar dia, pihak perusahaan menyiapkan beberapa langkah untuk menyelamatkan nasib karyawan.
"Bahwa kita rapat evaluasi pendapatan Januari-April (kwartal pertama), iya. Hasilnya memang jeblok, yang membuat perusahaan kesulitan membayar kewajiban, sampai harus cicil gaji. Kalau terus menerus berdarah, harus diantisipasi. Karenanya, kami membahas berbagai alternatif yang nanti dibawa ke pimpinan. Salah satunya adalah ada aspirasi terbit dihentikan. Sekarang, SK tetap terbit," ujar Lalu di Jakarta, Jumat (29/4).
Lalu tak bisa memungkiri bahwa bisnis media cetak sekarang ini memang mengalami kelesuan. Bahkan, subsidi juga tak mampu menahan gelombang krisis.
"Apakah bisnis media cetak sedang bagus? Biasa saja bisnis koran berdarah-darah. Mau sampai kapan juga harus disubsidi terus. Karena itu, dibahas alternatifnya. Koran itu produk manusia di dalamnya. Kalau sampai jeblok, ya, sumber daya manusianya, termasuk saya sebagai pimpinan, mesti intropeksi dan evaluasi diri," tutur Lalu.
Lalu mengimbau agar penyebar informasi rapat di internal Suara Karya juga dapat mengevaluasi diri agar perusahaan terus berkelanjutan.
"Jadi, yang menyebarkan informasi rapat internal itu juga harus evaluasi dan intropeksi diri. Kalau cuma mengharapkan hak, sementara kewajiban yang diberikan tidak maksimal dan tidak laku dijual, ya, wajarlah pendapatan SK jeblok seperti ini," ujar Lalu.
Sebelumnya sempat beredar pesan berantai, termasuk di media sosial, bahwa Suara Karya akan berhenti terbit mulai Senin, 2 Mei 2016. Disebutkan, karyawan dan awak redaksi diberitahu secara mendadak pada rapat Kamis (28/4) sore.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




