IPW: Tito Harus Merangkul Semua Pati Polri

Rabu, 15 Juni 2016 | 14:59 WIB
GG
B
Penulis: Gardi Gazarin | Editor: B1
Irjen Pol Tito Karnavian mengucap sumpah dalamm pelantikan di Istana Negara, Jakarta, 16 Maret 2016. Presiden Joko Widodo pagi ini melantik IrjenPol Tito Karnavian sebagai kepala BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), dan Laksda Arie Soedewo Kepala Badan Keamanan Laut.
Irjen Pol Tito Karnavian mengucap sumpah dalamm pelantikan di Istana Negara, Jakarta, 16 Maret 2016. Presiden Joko Widodo pagi ini melantik IrjenPol Tito Karnavian sebagai kepala BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), dan Laksda Arie Soedewo Kepala Badan Keamanan Laut. (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)

Jakarta- Ketua Presidium IndonesIa Police Watch (IPW), Neta S Pane mengatakan, penunjukan nama Komjen Pol Tito Karnavian oleh Presiden sebagai calon tunggal Kapolri mempunyai sisi positif dan negatif.

Hal itu disampaikan Neta menjawab pertanyaan SP terkait dipilihnya nama Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (15/6) siang. Penunjukkan Tito sebagai calon Kapolri oleh Presiden ini telah menjawab pro dan kontra soal diperpanjang atau tidak diperpanjangnya masa jabatan Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti.

Menurut Neta, sisi positifnya berdasarkan track record, Tito sudah memenuhi syarat sebagai calon Kapolri karena memimiliki segudang pengalaman, baik itu pengungkapan kasus kejahatan transnasional skala besar, maupun kemampuan mengelola manajemen Polri, baik saat menjabat posisi awal perwira pertama, perwira menengah, hingga perwira tinggi, semuanya telah dilalui dengan baik, dan karirirnya juga tergolong cemerlang.

Sedangkan, hal negatif, kata Neta, akan ada kesenjangan di tubuh Polri. Menurut Neta, jarak angkatan Tito yang lulusan Akpol 1987, lalu melompat sampai lima kali mengalahkan angkatan senior lainnya itu merupakan tantangan, karena ini baru pertama kali terjadi penunjukkan Kapolri dengan angkatan masih muda.

Untuk itu, Tito harus bisa merangkul semua petinggi Polri, jangan sampai dilupakan, apalagi diabaikan. Di satu sisi saat ini masih banyak posisi pejabat utama di Polri khususnya Mabes Polri diemban oleh Pati Polri senior seperti Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan, dan Irwasum Komjen Pol Dwi Priyatno.

"Melihat situasi dan kondisi di Mabes Polri, tentunya Tito harus bisa mengimbangi dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, sebab dalam jabatan sebelumnya sudah mempunyai pengalaman dan tahu persis seperti apa ritme kinerja Polri selama ini. Jadi, Tito tidak saja harus mamu menangani manajemen Polri secara keseluruhan, tetapi juga harus mampu menciptakan situasi kondusif dalam pelaksanaan tugas-tugas di Mabes Polri," ujar Neta.

Neta menambahkan, jika Tito tahun 2016 ini dilantik sebagai Kapolri, berarti masa pensiun Tito masih panjang hingga tahun 2022 sehingga lamanya masa dinas Tito itu perlu dipertimbangkan karena selama ini calon Kapolri adalah Pati Polri dengan masa pensiun relatif tidak lama.

Di sisi lain, pergantian calon Kapolri yang dinamis di era Jokowi ini hendaknya membawa sebuah solusi yang pasti untuk regenerasi Polri ke depan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon