Dinas Kesehatan Lebak Ingatkan Warga Waspadai Penyebaran DBD
Minggu, 19 Juni 2016 | 15:35 WIB
Lebak - Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Banten, mengingatkan warga agar mewaspadai penyebaran demam berdarah dengue atau DBD karena sepanjang tahun 2016 cenderung meningkat.
"Kami hingga Juni ini menerima laporan kasus DBD mencapai 477 penderita dan kasus ini melebihi tahun 2015 sekitar 430 penderita," kata Kepala Bidang Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dr Firman Rahmutallah di Lebak, Minggu.
Meningkatnya kasus penderita DBD tersebut berbagai faktor antara lain faktor cuaca yang tidak menentu terkadang curah hujan juga terkadang kemarau.
Cuaca seperti itu, tentu sangat berkembangbiaknya populasi nyamuk aedes aegypti sebagai pembawa virus DBD.
Faktor lainnya, kata dia, akibat kondisi lingkungan tidak bersih sehingga menumbuhkan populasi nyamuk DBD tersebut.
Biasanya, nyamuk DBD itu berkembang pada genangan air bersih tanpa menyentuh tanah, seperti barang-barang bekas, pot tanaman, kolam, bak mandi, kaleng dan lainnya.
"Kami berharap peran serta masyarakat harus pro aktif untuk pencegahan penyakit DBD," katanya.
Menurut dia, saat ini, jumlah penderita DBD mencapai 477 orang dan empat di antaranya meninggal dunia.
Untuk memutus mata rantai penularan DBD, masyarakat mengaktifkan kembali budaya gotong royong dengan melakukan kegiatan gerakan kebersihan lingkungan, di antaranya mengubur, menguras dan menimbun juga pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
"Kami yakin melalui kebersihan lingkungan dan melakukan PSN dapat memutus mata rantai penyakit yang mematikan itu," katanya.
Ia mengatakan, sebagian besar warga penderita DBD tinggal di permukiman padat penduduk sekitar perkotaan Rangkasbitung, Cibadak, Maja, dan Kalanganyar.
Ia juga meminta jika masyarakat terkena penyakit DBD maka segera dilarikan ke Rumah Sakit atau Puskesmas.
Sebab jika terlambat mendapat pengobatan medis, maka pasien itu akan mengalami sok pendarahan hebat.
"Kami berharap bila warga mengalami demam selama tiga hari, maka cepat dibawa ke rumah sakit," katanya.
Kepala Puskesmas Kolelet Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Hasanah mengatakan, pihaknya saat ini terus melibatkan petugas tim gerak cepat (TGC) untuk melakukan penyuluhan di empat desa untuk mengantisipasi penyakit DBD.
Saat ini, kata dia, warga di wilayah tugasnya relatif kecil terserang penyakit menular itu.
"Kami terus mendorong TGC dapat mengoptimalkan pencegahan DBD melalui kebersihan lingkungan dan PSN secara optimal guna membunuh jentik-jentik nyamuk DBD," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




