Getek Terbalik di Pasar Ikan Luar Batang, Satu Tewas

Minggu, 31 Juli 2016 | 17:59 WIB
CF
YD
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: YUD
ilustrasi.
ilustrasi. (Istimewa)

Jakarta - Sebuah perahu getek yang biasa digunakan untuk me‎lintasi Kali Pakin antara Kampung Akuarium Pasar Ikan dengan Kampung Luar Batang, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara terbalik, Minggu (31/7).

Kejadiaan naas tersebut terjadi sekitar Pukul 09.30 WIB di lingkungan Rukun Warga (RW01) yang dahulunya terdapat sebuah jembatan kayu dan jembatan besi yang menghubungan dua wilayah tersebut namun pada akhirnya dibongkar pasca penertiban Kampung Akuarium beberapa bulan yang lalu.

Akibat dari peristiwa tersebut‎, satu orang dari sejumlah penumpang yang menumpang kapal tersebut tewas karena tidak bisa berenang dan sempat tenggelam beberapa saat sebelum dievakuasi oleh polisi dan TNI dengan dibantu warga ‎sekitar.

Kapolsek Metro Penjaringan, Kompol Bismo Teguh Prakoso, mengatakan kejadiaan naas yang menimpa para penumpang kapal ‎tersebut disebabkan karena pemilik kapal terlalu memaksakan kapal tersebut ditumpangi dengan melebihi kapasitasnya.

"Seharusnya ‎kapal yang dimiliki oleh saudara Yanto tersebut hanya ditumpangi oleh maksimal 10 orang penumpang saja, namun saat pagi tadi yang bersangkutan memaksakan jumlah penumpang hingga 15 orang, sehingga menyebabkan perahu tersebut terbalik karena kelebihan beban muatan," ujar Bismo, Minggu (31/7) sore kepada Suara Pembaruan.

Ia mengungkapkan ‎dari 15 orang yang menumpang kapal perahu tersebut, lima diantaranya dirawat langsung ke RS Atmajaya untuk menjalani pengobatan darurat, namun sayangnya salah satu penumpang tewas saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit.

Sejumlah penumpang kapal yang terdata dan masih selamat, yakni: Mohammad Ampibi (8 bulan), Kusnul Fauziah (6), Nurhayati (52), dan Suleman (65) yang ke-empatnya merupakan satu keluarga tinggal di Kampung Muara Bahari Gang 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Ada juga seorang ‎korban meninggal yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya dengan ciri-ciri berjenis kelamin laki-laki dengan usia sekitar 55 tahun, berambut putih, tinggi 179 centimeter (cm), dan mengenakan kemeja batik hitam serta celana panjang warna hitam," lanjut Bismo.

Ia mengungkapkan, para korban tersebut sebenarnya hendak mengikuti acara‎ haul akbar yang diadakan di Masjid Jami Kramat Luar Batang, namun karena para korban salah turun dan malahan masuk memalui Museum Bahari, mereka akhirnya menumpang kapal kayu milik Yanto tersebut.

"Saat dioperasikan perahu tersebut ditarik dengan tali oleh Fredy, dan saat ini Yanto dan Fredy sedang kita periksa di kantor Polsek Metro Penjaringan untuk penyelidikan lebih lanjut," tambahnya.‎

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon