Said Assagaf: Adat dan Budaya, Jati Diri Masyarakat Maluku
Minggu, 7 Agustus 2016 | 18:46 WIB
Ambon - Saat meresmikan Baeleo Besar Negeri Waraka, Gubernur Maluku, Said Assagaf, mengatakan, wilayahnya merupakan daerah yang kaya akan beraneka ragam adat dan budaya, serta tradisi. Oleh karenanya, adat budaya dan tradisi yang ada, harus terus dipertahankan sebagai jati diri masyarakat Maluku.
Salah satu adat dan budaya Maluku adalah musyawarah yang dilakukan di dalam Baeleo. Keberadaan Baeleo, lanjut dia, merupakan implementasi sistem demokrasi yang telah ada sejak zaman nenek moyang masyarakat Maluku.
"Aneka budaya dan adat yang ada di Maluku, kemudian ditransformasikan dalam pranata adat yang memiliki kewenangan begitu jelas dan bertujuan untuk menciptakan pemerintahan yang demokratis," kata Gubernur Maluku, Said Assagaf, dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Minggu (7/8)
Sejalan dengan kondisi tersebut, lanjut Said Assagaf, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku berkomitmen menyelenggarakan pemerintahan adat sesuai dengan aturan Undang-undang (UU). Hal tersebut dikarenakan, eksistensi adat juga turut berperan dalam menghidupkan pemerintahan yang baik dan bersih serta pelayanan publik yang bermutu.
Peresmian Baeleo Besar Negeri Waraka, lanjut Gubernur, merupakan upaya revitalisasi pranata adat sebagai representasi kemajuan adat. Selain itu, kata dia, juga harus menjadi identitas bagi setiap negeri adat termasuk Negeri Waraka.
"Masyarakat Maluku termasuk masyarakat Negeri Waraka haruslah bangga, lantaran keberadaan Baeleo Besar di Negeri Waraka ini merupakan bukti mengakarnya demokrasi didalam sendi kehidupan masyarakat," papar Said Assagaf.
Selain itu, lanjut Gubernur, keberadaan Baeleo Besar Negeri Waraka merupakan simbol jati diri masyarakat adat di Maluku guna terciptanya kohesitas kehidupan adat, sebagai langkah maju pengembangan demokrasi menuju pemerintahan Maluku yang lebih baik.
Selain meresmikan Baeleo Besar Negeri Waraka, secara simbolis juga diresmikan tujuh Baeleo lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Said Assagaf, juga membuka secara resmi Pra Musyawarah Besar (Mubes) Latupatty Provinsi Maluku.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PSEL di Makassar Dipercepat untuk Atasi Praktik Open Dumping
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Situasi Lebanon Memanas, KSAD Maruli: Prajurit TNI Sudah Paham SOP!




