Rayakan Idul Adha, AS-Rusia Umumkan Gencatan Senjata Suriah

Minggu, 11 September 2016 | 11:31 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) John Kerry (kiri) sedang berbincang dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov sebelum pertemuan yang membahas gencatan senjata di Suriah, pada 18 Desember 2015.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) John Kerry (kiri) sedang berbincang dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov sebelum pertemuan yang membahas gencatan senjata di Suriah, pada 18 Desember 2015. (AFP Photo/Jewel Samad)

Jenewa - Amerika Serikat dan Rusia mengumumkan gencatan senjata di Suriah yang akan mulai berlaku pada hari Senin, bertepatan dengan perayaan Idul Adha.

"Hari ini kami mengumumkan gencatan senjata yang mudah-mudahan akan bertahan lama, tetapi ini kembali lagi tergantung pada pilihan orang-orang Suriah," kata Menteri Luar Negeri AS John Kerry pada Jumat di Jenewa, Swiss.

Kerry mengumumkan gencatan senjata ini bersama Menlu Rusia Sergey Lavrov. Rusia adalah pendukung rezim Bashar Al Assad sementara AS mendukung pasukan pemberontak.

Kerry mengatakan gencatan senjata berlaku di seluruh penjuru Suriah. Dia juga meminta oposisi dan rezim menghormati gencatan senjata. Pemerintahan Suriah mengatakan akan menghormati perjanjian ini.

Gencatan senjata ini mencakup larangan serangan udara pemerintah Surah terhadap kelompok oposisi. Kerry menyebut pasal ini sebagai hal yang utama dalam gencatan senjata karena serangan udara Suriah kerap menimbulkan korban sipil dan menyebabkan arus migran.

Hingga Sabtu ini, rezim Al Assad masih melakukan serangan udara. Setidaknya 24 orang terbunuh dalam serangan dara di Idlib.

Kerry dan Lavrov menambahkan, nantinya setelah tujuh hari melakukan gencatan senjata, AS-Rusia akan bekerja sama menumpas Nusra Front, organisasi terafiliasi Al Qaeda yang memancing di air keruhnya perang saudara Suriah.

Nusra Front dan Islamic State memanfaatkan kekacauan Suriah untuk merekrut milisi. Nusra Front sendiri, menurut Kerry, terindikasi berencana menyerang tanah AS.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon