Lansia Perlu Sejahtera di Usia Senja

Selasa, 4 Oktober 2016 | 16:47 WIB
AR
WP
Penulis: Ari Supriyanti Rikin | Editor: WBP
Ilustrasi lansia.
Ilustrasi lansia. (Antara)

Jakarta- Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa berkomitmen agar orang lanjut usia (lansia) tetap memiliki kesejahteraan meski di usia senja.

"Kita bangun kesejahteraan lansia dan memisahkan antara lansia produktif dan non produktif," katanya di sela-sela Peringatan Hari Lansia Internasional di Jakarta, Selasa (4/9).

Hari lansia internasional diperingati setiap 1 Oktober. Peringatan ini wujud perhatian besar pada lansia yang punya potensi, memiliki hak dan kewajiban, kesempatan dalam setiap aspek kehidupan serta harkat dan martabat.

Mensos mengungkapkan, negara-negara ASEAN juga punya komitmen yang sama melindungi lansia karena memiliki struktur penduduk lansia yang terus meningkat. Hal ini dirumuskan dalam pertemuan menteri sosial se-ASEAN di Jakarta baru-baru ini. "Kita akan menghadapi bonus demografi tahun 2030. Jangan lupa tahun 2020 lansia di atas 60 tahun lebih dari 25 juta," ucapnya.

Mensos menjelaskan, dari persentase di atas 25 juta, sebesar 11,3 persen harus disiapkan format layanan, pemenuhan hak terutama lansia produktif dan pemenuhan kebutuhan bagi lansia non produktif.

Untuk itu, Kemsos pada November 2016 akan menambah peserta dalam Program Keluarga Harapan (PKH) dengan memasukkan 125.000 lansia terlantar. Sedangkan total penerima PKH sebanyak 6 juta rumah tangga miskin. Di Indonesia saat ini terdapat 1,8 juta lansia terlantar dan 1,6 lansia potensi terlantar. Dari 1,8 juta lansia itu baru terlayani dengan program asistensi sosial sebanyak 30.000 lansia. Pemerintah daerah dan swasta juga ada yang melakukan program kepedulian pada lansia.

"Pada November 2016 akan ditambah 125.000 lansia kurang mampu yang usianya di atas 70 tahun. Per bulannya mendapat bantuan Rp 200.000 per orang," papar Mensos.

Mensos menegaskan, agar lansia diprioritaskan bersama-sama keluarga. Sedangkan bagi lansia kurang mampu mendapat program asistensi lansia dan home care. "Tetapi tetap dulu diusahakan di keluarga. Lansia yang terlantar dibawa ke panti lansia," ucapnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon