Demokrat Tak Mau Pusing Soal Sikap PKS
Kamis, 29 Maret 2012 | 18:06 WIB
Keputusan PKS dalam rakernas tak harus dikaitkan dengan keberadaan PKS dalam koalisi
Fraksi Demokrat tak mau ambil pusing dengan sikap fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) soal penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Sikap PKS itu merupakan salah satu hasil musyawarah kerja nasional (mukernas) Majelis Syuro PKS di Medan.
Meski demikian Ketua Fraksi Demokrat Jafar Hafsah menegaskan Demokrat tak akan memberikan sikap apapun terhadap pernyataan resmi salah satu partai koalisi tersebut.
“Kalau Demokrat tidak akan bersikap untuk ini,” katanya, ketika dikonfirmasi di lantai tiga gedung Nusantara III, Gedung Parlemen, Jakarta, hari ini.
Menurut Jafar, keputusan PKS dalam rakernas tersebut tak harus dikaitkan dengan keberadaan PKS dalam koalisi. Ditambahkannya, Demokrat juga tak mau mengira-ngira kalau sikap partai tersebut melakukan gertak sambal.
“Saya melihatnya biasa-biasa saja dan tidak juga gertak sambal, jadi saya biasa saja tanpa ekspresi menanggapi,” tandasnya.
Kemarin, PKS melalui presidency Luthfie Hasan Ishak merilis pernyataan resmi bahwa mereka menolak kenaikan harga BBM. Hal tersebut bagian dari hasil mukernas PKS tahun ini.
Sebelumnya, sejumlah kader Demokrat menunjukkan kegeraman terhadap sikap PKS tersebut, antara lain politikus Ruhut Sitompul menilai PKS seharusnya mengundurkan diri dari koalisi karena dinilai melakukan politik yang berdiri diatas dua kaki. Sementara Ketua Departemen Komunikasi Publik, Andi Nurpati menilai sikap PKS tersebut layak mendapat sanksi.
Fraksi Demokrat tak mau ambil pusing dengan sikap fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) soal penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Sikap PKS itu merupakan salah satu hasil musyawarah kerja nasional (mukernas) Majelis Syuro PKS di Medan.
Meski demikian Ketua Fraksi Demokrat Jafar Hafsah menegaskan Demokrat tak akan memberikan sikap apapun terhadap pernyataan resmi salah satu partai koalisi tersebut.
“Kalau Demokrat tidak akan bersikap untuk ini,” katanya, ketika dikonfirmasi di lantai tiga gedung Nusantara III, Gedung Parlemen, Jakarta, hari ini.
Menurut Jafar, keputusan PKS dalam rakernas tersebut tak harus dikaitkan dengan keberadaan PKS dalam koalisi. Ditambahkannya, Demokrat juga tak mau mengira-ngira kalau sikap partai tersebut melakukan gertak sambal.
“Saya melihatnya biasa-biasa saja dan tidak juga gertak sambal, jadi saya biasa saja tanpa ekspresi menanggapi,” tandasnya.
Kemarin, PKS melalui presidency Luthfie Hasan Ishak merilis pernyataan resmi bahwa mereka menolak kenaikan harga BBM. Hal tersebut bagian dari hasil mukernas PKS tahun ini.
Sebelumnya, sejumlah kader Demokrat menunjukkan kegeraman terhadap sikap PKS tersebut, antara lain politikus Ruhut Sitompul menilai PKS seharusnya mengundurkan diri dari koalisi karena dinilai melakukan politik yang berdiri diatas dua kaki. Sementara Ketua Departemen Komunikasi Publik, Andi Nurpati menilai sikap PKS tersebut layak mendapat sanksi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




