Inspirasi Natal

Keugaharian Natal

Selasa, 13 Desember 2016 | 22:26 WIB
AB
AB
Penulis: Anselmus Bata | Editor: AB
Gomar Gultom.
Gomar Gultom. (Beritasatu TV)

Jakarta - Perayaan Natal hendaknya dilakukan secara sederhana (ugahari) seperti yang diajarkan Yesus Kristus. Keugaharian Natal menjadi hal penting dewasa ini, karena kehidupan manusia terus dijejali kenikmatan duniawi dan dibombardir budaya kerakusan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Umum Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (Sekum MPH PGI), pendeta Gomar Gultom dalam program Inspirasi Natal BeritaSatu News Channel.

Menurut Gomar, di tengah berbagai kenikmatan hidup duniawi saat ini, Natal memberikan penawar, yakni sebuah spritualitas keugaharian. Spirit itu mengajak manusia untuk menyadari diri, sekaligus melakukan pengendalian diri. Setidaknya ada dua unsur keugaharian, yakni pengendalian diri dan semangat berbagi. 

Sebelum merayakan Natal, umat Kristiani harus melewati masa adven atau masa penantian setidaknya selama empat minggu. Dalam kurun waktu tersebut umat Kristiani menyiapkan hati, pikiran, tenaga, daya, untuk menyambut Natal. Pada masa adven, umat Kristiani, misalnya bisa menyederhanakan pola konsumsi, mengurangi kunjungan ke mal, sehingga bisa menyisihkan uang untuk ditabung. Saat Natal, tabungan itu bisa disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan.

"Kita merayakan Natal dengan sikap keugaharian. Saat Natal, ada kesediaan berbagi dengan orang-orang yang kurang beruntung.  Ada yang lebih malang dari kita, maka berbagilah," kata Gomar.

Saksikan videonya di sini:





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon