Polisi Duga Cairan Dalam Demo Jenis Asam Sulfat

Rabu, 4 April 2012 | 17:07 WIB
FM
B
Penulis: Farouk Arnaz/ Ardi Mandiri | Editor: B1
Pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan aparat kepolisian saat membubarkan unjuk rasa menolak kenaikan BBM di depan Gedung DPR. FOTO: Safir Makki/JAKARTA GLOBE
Pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan aparat kepolisian saat membubarkan unjuk rasa menolak kenaikan BBM di depan Gedung DPR. FOTO: Safir Makki/JAKARTA GLOBE
"Kalau (air) aki paling hanya membuat gatal tak sampai seperti ini."

Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) masih menunggu kepastian hasil laboratorium untuk menentukan cairan kimia yang melukai polisi dan wartawan dalam demonstrasi antikenaikan bahan bakar minyak (BBM) di depan gedung DPR, Jumat, (30/3). Sejauh ini, cairan yang melepuhkan kulit itu diduga sejenis asam sufat.

"Hasil dialog dengan ahli laboratorium kimia Universitas Indonesia (UI), berdasar dari luka dan cairan yang menempel, kemungkinan besar itu bersumber dari zat kimia yang asam kimia keras seperti misalnya asam sulfat. Kalau (air) aki paling hanya membuat gatal tak sampai seperti ini," kata Kepala Divisi Humas Irjen Saud Usman Nasution di Mabes Polri, Rabu, (4/4).

Saud berharap kasus ini segera terungkap. Apalagi, Polda Metro telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk penuntasan kasus ini.

"Kepada para korban diharapkan memberi keterangan, paling tidak kita tahu persis di mana lokasi kejadian, sehingga kita mencari dari mana arah (pelemparannya). Kita mencari kemasan yang digunakan pelaku untuk membawa zat kimia sehingga bisa mempercepat mencari pelakunya. Bagaimanapun ini tantangan kita," beber Saud.

Ke depan polisi juga akan mencegah supaya kasus ini tak terjadi lagi. Polri menghimbau kelompok-kelompok pengunjuk rasa untuk tidak membawa barang yang dilarang undang-undang.

Seperti diketahui, tiga jurnalis yang ikut menjadi korban terkena cairan kimia saat meliput aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM telah mengadu ke ke Bareskrim Polri. Mereka meminta supaya aksi tak terpuji yang bisa merenggut korban jiwa ini untuk diusut.

Mereka yang mendatangi markas di Trunojoyo, Selasa, (3/4) itu adalah kamerawan Aljazeera Boby Gunawan, Alice dari BBC, dan Louis "Benny" Benjamin dari Reuters.

Karo Penmas Polri Brigjen Muhammad Taufik telah tegas membantah jika cairan itu berasal dari watercanon milik polisi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon