Kalau tidak Copot Denny, Berarti SBY Restui Premanisme
Rabu, 4 April 2012 | 20:55 WIB
Ini adalah ujian bagi Presiden SBY untuk menunjukkan kepemimpinannya.
Politisi senior PDIP Tubagus Hasanuddin menyerukan agar presiden menunjukkan kepemimpinannya dengan menjatuhkan sanksi atas Wamenkum dan HAM Denny Indrayana yang ketahuan menampar bawahannya.
"Tindakan dan sikap yang ditunjukan pemimpin pada tataran kementerian ini betul-betul memalukan. Inilah wajah buruk pemimpin Indonesia saat ini, pemimpin bergaya premanisme," kata Tubagus di Jakarta, hari ini.
Menurutnya, hal ini adalah ujian untuk Presiden SBY untuk menunjukkan sejauhmana kepemimpinannya. Dia mendorong agar presiden melakukan tindakan tegas dengan mencopot Denny sebagai Wamenkum dan HAM sebagai bukti SBY tidak merestui tindakan yang bergaya preman.
"Kalau tidak, maka SBY juga telah menunjukan kepemimpinan yang buruk, dengan melindungi gaya premanisme dalam kabinetnya," tegas Tubagus.
Menurut Tubagus, penjelasan Dirjen Pemasyarakatan, dan diperkuat oleh sipir yang menjadi korban pemukulan, membuktikan bahwa pelaku pemukulan tersebut adalah benar Denny.
Dengan demikian, ujar dia, Denny telah melakukan dua pelanggaran, yakni pelanggaran pidana berupa pemukulan dan melakukan kebohongan publik dengan memutarbalikan fakta bahwa dirinya tak pernah melakukan pemukulan.
Politisi senior PDIP Tubagus Hasanuddin menyerukan agar presiden menunjukkan kepemimpinannya dengan menjatuhkan sanksi atas Wamenkum dan HAM Denny Indrayana yang ketahuan menampar bawahannya.
"Tindakan dan sikap yang ditunjukan pemimpin pada tataran kementerian ini betul-betul memalukan. Inilah wajah buruk pemimpin Indonesia saat ini, pemimpin bergaya premanisme," kata Tubagus di Jakarta, hari ini.
Menurutnya, hal ini adalah ujian untuk Presiden SBY untuk menunjukkan sejauhmana kepemimpinannya. Dia mendorong agar presiden melakukan tindakan tegas dengan mencopot Denny sebagai Wamenkum dan HAM sebagai bukti SBY tidak merestui tindakan yang bergaya preman.
"Kalau tidak, maka SBY juga telah menunjukan kepemimpinan yang buruk, dengan melindungi gaya premanisme dalam kabinetnya," tegas Tubagus.
Menurut Tubagus, penjelasan Dirjen Pemasyarakatan, dan diperkuat oleh sipir yang menjadi korban pemukulan, membuktikan bahwa pelaku pemukulan tersebut adalah benar Denny.
Dengan demikian, ujar dia, Denny telah melakukan dua pelanggaran, yakni pelanggaran pidana berupa pemukulan dan melakukan kebohongan publik dengan memutarbalikan fakta bahwa dirinya tak pernah melakukan pemukulan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




