Java Jazz Festival Kembali Manjakan Pencinta Musik

Jumat, 3 Maret 2017 | 20:39 WIB
IH
JS
Penulis: Indah Handayani | Editor: JAS
Salah satu panggung Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2017 di Jakarta, 3 Maret 2017.
Salah satu panggung Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2017 di Jakarta, 3 Maret 2017. (BeritaSatu Photo/Indah Handayani)

Jakarta - Pergelaran musik jazz terbesar di Asia, Jakarta International BNI Java Jazz Festival kembali hadir pada 3-5 Maret 2017 di JIExpo Kemayoran Jakarta. Festival yang digelar untuk ke-13 kalinya itu tidak hanya memanjakan para pecinta musik dalam negeri, tapi juga mancanegara.

Sebanyak 1.000 musisi bakal tampil di 14 panggung yang ada di festival musik jazz tahunan tersebut. Mereka terdiri dari 300 musisi internasional dan 700 musisi dalam negeri.

Untuk musisi internasional, sebut saja Sergio Mendes, pemenang Grammy Awards, penampilan yang paling ditunggu tahun ini adalah peraih Grammy dan Latin Grammy Awards, Chick Corea yang akan hadir dengan The Chick Corea Elektric Sand featuring Dave Weck, Nathan East, Eric Marienthal, Frank Gambale, Arturo Sandoval, dan Ne-Yo. Sedangkan dari dalam negeri, jajaran musisi yang bakal tampil di antaranya Dira Sugandi, Lea Simanjuntak, Glen Fredly, dan Tulus.

Hari pertama perhelatan Java Jazz Fesival dibuka dengan penampilan Tulus di Hall D2 yang mampu memuaskan pengunjung yang datang membawakan lagu-lagu dari tiga albumnya. Tak hanya Tulus yang tampil memukau pada hari pertama Java Jazz tersebut. Hampir seluruh musisi Indonesia mampu memikat dan memanjakan para pengunjung.

Sebut saja, Tompi, Dira Sugandi, dan Abdul and The Coffee Theory. Sedangkan musisi internasional yang tampil di hari pertama adalah Mezzoforte di Hall B3, Zap Mama, dan Arturo Sandoval di panggung yang berbeda. Tak kalah menarik adalah BNI Special Projek "Tribut to whitney Houston" yang nenghadirkan Dira Sugandi, Lea Simanjuntak, Kamasean, dan Soundwave.

Pada gelaran Java Jazz Festival kali ini, pengunjung juga dimanjakan dengan berubahnya tampilan konsep panggung dan nuansa yang lebih nyaman dan ramah. Jika dahulu tampilan panggung hanya ditutupnya kain hitam, kini lebih hidup dengan hadirnya tata cahaya dan ornamen panggung yang elegan.

Bahkan, beberapa panggung menyediakan bin bag bagi mereka yang ingin menikmati alunan musik sambil bersantai. Hal itu membuat festival ini benar-benar menunjukan kelasnya sebagai festival musik berskala internasional. Tidak hanya itu, pada tahun ini juga hadir food truck dan food court yang siap memanjakan lidah dan perut para pengunjung.

Direktur Utama Java Festival Production Dewi A Gontha mengaku optimistis bakal mencetak traffic pengunjung sebanyak hingga 120 ribu pengunjung selama tiga hari. Angka tersebut naik 15 persen dibandingkann dengan tahun lalu.

Menurutnya, target kenaikan tersebut sejalan dengan kapasitas JIExpo agar pengunjung tetap dapat menikmati festival dengan suasana yang nyaman. "Kenaikannya memang tidak besar dan cenderung stabil dari tahun ke tahun. Hal itu berbeda ketika kami baru pindah venue dari JCC Ke JIExpo Kemayoran.

Kala itu memang target pengunjung berlipat karena memang kapasitasnya yang berbeda," ungkap Dewi di sela gelaran hari pertama Java Jazz Festival di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (3/3).



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon