Ratusan Bangunan Liar Masih Berdiri di Taman BMW

Rabu, 12 Juli 2017 | 18:11 WIB
CF
IC
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: CAH
Sejumlah bangunan liar masih berdiri di lahan kosong Taman BMW, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Rabu siang, 12 Juli 2017.
Sejumlah bangunan liar masih berdiri di lahan kosong Taman BMW, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Rabu siang, 12 Juli 2017. (SuaraPembaruan/Carlos Roy Fajarta)

Jakarta - Ratusan bangunan liar masih berdiri di sepanjang bagian dalam lahan kosong‎ taman Bersih Manusiawi Wibawa (BMW) di Jalan Sunter Permai Raya dan Jalan RE Martadinata, RW07, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Rabu (12/7).

Lahan yang rencananya akan dijadikan sebagai stadion bertaraf internasional kebanggaan warga Jakarta itu masih diduduki oleh para pemulung dan pengepul barang bekas yang biasa beroperasi di Tanjung Priok dan sekitarnya.

Bahkan lahan tersebut masih dijaga oleh sejumlah petugas keamanan bayaran dari PT Buana Permata Hijau yang mengklaim dengan sebuah papan pengumuman bahwa 6,9 hektare lahan itu merupakan milik mereka.

"Kita masih adem aja di sini, tugas kita disuruh ngejagain tempat ini jadi gak boleh sembarangan yang masuk," ujar Herman (45) salah satu pria yang duduk di bagian sisi belakang lahan Taman BMW.

Ia menyebutkan lahan tersebut memang masih dalam proses sengketa dan ia juga belum mengetahui jelas proses hukum yang sempat terjadi antara Pemprov DKI Jakarta dengan pihak perusahaan.

"Kebanyakan yang tinggal disini ya pemulung yang sudah kita kasih izin, ya mereka kita berikan ruang untuk mencari nafkah dengan menaruh barang bekas hasil memulung di lahan ini," tambahnya.

Nono (48), salah seorang pengepul barang bekas mengaku belum mengetahui secara jelas kepemilikan lahan yang masih menganggur itu dan tak terlalu ambil pusing.

"Saya mah yang penting masih bisa memanfaatkan lahan ini sebelum jadi stadion. Kalau nanti memang sudah tidak boleh mengepul di sini ya paling pindah ke lokasi lain deket Kampung Baru Jembatan Hitam," kata Nono.

Tampak dengan jelas lahan tersebut dipenuhi dengan gunungan sampah. di sejumlah sisi area yang padat ada sejumlah barang bekas berbagai jenis mulai dari kabel listrik, kabel telefon, besi tua bekas, serta sampah botol plastik.

Kepala Satpol PP Kota Jakarta Utara, Ronny Jarpiko menyebutkan sejumlah bangunan liar kembali berdiri karena pihak Pemprov masih melakukan proses legal di peradilan.

"Rencananya memang kita akan pagar, namun hal ini kurang efektif bila masih ada bangunan di sampingnya pinggir rel kereta depan lahan Taman BMW," katanya singkat



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon