Parpol Dinilai Hadapi Krisis Kader

Selasa, 3 Oktober 2017 | 22:10 WIB
CP
FH
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: FER
Ilustrasi Pilkada
Ilustrasi Pilkada (Beritasatu.com)

Jakarta - Partai politik (Parpol) dinilai mengalami krisis kader untuk diusung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada). Artinya, banyak tokoh-tokoh non kader yang justru berpeluang menjadi calon pemimpin daerah. Misalnya, dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim).

"Saya kira, Demokrat ini memang bisa dikatakan krisis calon juga, termasuk di Pilgub Jatim. Banyak parpol juga yang krisis kader ketika pilkada, mereka yang diusung berasal dari orang luar partai," kata Direktur Populi Center, Usep S Ahyar, di Jakarta, Selasa (3/10).

Menurutnya, sistem pengkaderan parpol terkesan tidak berjalan. Sistem politik pilkada langsung, kata Usep, menjadi faktor lain penyebab krisis kader. "Demokrasi kita menganut suara terbanyak. Akhirnya, parpol mengambil orang-orang populer, punya elektabiltias tinggi walau bukan orang partai," ujarnya.

Seperti diketahui, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengambil formulir pendaftaran calon gubernur (Cagub) Jatim yang digelar Partai Demokrat. Sebelumnya, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul juga terlebih dahulu mendaftar.

"Saya sih sebagai kader bangga. Semua calon daftar di Demokrat, ada Gus Ipul, Khofifah," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf.

Nurhayati sendiri juga mengikuti penjaringan cagub Jatim di partainya. "Memang Demokrat tidak bisa sendiri karena kita butuh koalisi. Tapi kalau kita lihat yang daftar, semua tak berafiliasi dengan partai," ucapnya.

Menurutnya, Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kerap menekankan pentingnya kader untuk diusung pada pilkada. "Bukan lazimnya, tapi Pak SBY selalu menekankan kader. Utamakan kader," tegasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon