Mnangagwa Akan Dilantik Jadi Presiden Zimbabwe

Kamis, 23 November 2017 | 11:26 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Chairman of the African Union, Robert Mugabe, saat berpidato dalam puncak acara Konferensi Asia Afrika di Bandung, 24 April 2015.
Chairman of the African Union, Robert Mugabe, saat berpidato dalam puncak acara Konferensi Asia Afrika di Bandung, 24 April 2015. (Beritasatu TV)

Harare - Emmerson Mnangagwa akan dilantik menjadi Presiden Zimbabwe pada Jumat (24/11). Mantan wakil presiden Zimbabwe itu menjanjikan akan menjalani sisa masa jabatan Mugabe sampai pemilihan yang akan diadakan pada September 2018.

Dijuluki "buaya" karena kelicikan dalam berpolitik, Emmerson Mnangagwa, yang melarikan diri ke Afrika Selatan pada dua pekan lalu, telah tiba kembali di Zimbabwe. Dia sempat bertemu dengan Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma sebelum berangkat ke Zimbabwe.

Mnangagwa memuji demokrasi baru dan terbuka setelah kembali dari pengasingan untuk menggantikan Robert Mugabe. Dia juga berjanji untuk menciptakan lapangan kerja di Zimbabwe, tempat sekitar 90% orang menganggur.

"Kami ingin menumbuhkan ekonomi kita, kita menginginkan perdamaian, kita menginginkan pekerjaan, pekerjaan, pekerjaan," katanya pada kerumunan yang bersorak-sorai di Harare.

Menurut televisi pemerintah, Mnangagwa akan diangkat menjadi presiden baru pada hari Jumat. Pemecatan Mnangagwa yang memimpin partai yang berkuasa dan militer akhirnya mengakhiri masa pemerintahan Mugabe selama 37 tahun.

"Hari ini kita menyaksikan awal dari sebuah demokrasi penuh yang baru dan terungkap di negara Zimbabwe. Kita ingin menumbuhkan ekonomi, kita menginginkan pekerjaan. Semua orang Zimbabwe yang patriotik seharusnya berkumpul, bekerja sama," katanya di hadapan ratusan pendukung.

Politikus berusia 71 tahun yang dipecat Robert Mugabe dari jabatan wapres itu memicu pergolakan politik di Zimbabwe. Mnangagwa mengeluarkan pernyataan dari pengasingan yang meminta warga Zimbabwe untuk bersatu untuk membangun kembali negara tersebut.

"Bersama-sama, kita akan memastikan transisi damai menuju konsolidasi demokrasi kita, dan membawa awal yang baru bagi semua orang Zimbabwe dan mendorong perdamaian dan persatuan," kata Mnangagwa kepada Zimbabwe NewsDay pada Selasa.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon