Setelah IPO, Kelola Mina Laut Targetkan Pertumbuhan Double Digit

Rabu, 24 Januari 2018 | 22:00 WIB
AA
WP
Penulis: Amrozi Amenan | Editor: WBP
CEO Kelola Mina Laut Food Muhammad Najikh (tengah) bersama Direktur PT Kelola Mina Laut (KML) Kuncoro Catur N.(kiri)  dan Ajar Siswandono (kana) menunjukkan produk ikan yang dijual di pasar ekspor di kawasan pabriknya di Gresik, Rabu 24 Januari 2018.
CEO Kelola Mina Laut Food Muhammad Najikh (tengah) bersama Direktur PT Kelola Mina Laut (KML) Kuncoro Catur N.(kiri) dan Ajar Siswandono (kana) menunjukkan produk ikan yang dijual di pasar ekspor di kawasan pabriknya di Gresik, Rabu 24 Januari 2018. (Beritasatu Photo/Amrozi Amenan)

Gresik - PT Kelola Mina Laut (KML) menargetkan pertumbuhan dua digit (double digit) setelah melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) pada semester pertama tahun ini. CEO KML Food Muhammad Najikh mengatakan dana IPO digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, ekspansi pasar dan penambahan kapal penangkap ikan untuk menggenjot pertumbuhan.

"Harapan kami ada pertumbuhan double digit setelah kami IPO yang rencananya dilakukan pada semester pertama tahun ini," kata Najikh di sela Media Gathering di Gresik, Rabu (24/1).

Najikh menjelaskan KML sudah menyiapkan berbagai rencana strategis terkait ketersediaan dana yang diperoleh dari IPO. Seperti pengembangan pasar eskpor, salah satunya Afrika dengan melakukan kerja sama dengan perusahaan setempat. Lalu, perluasan sumber pasokan ikan dari beberapa wilayah di Indonesia seperti Maluku dan NTT.

Ketersediaan dana juga akan memperlancar pasokan ikan baik dari suplier atau nelayan karena pembayaran bisa dilakukan lebih cepat. Selain itu, dana IPO itu juga digunakan untuk menambah kapal penangkap ikan yang sekarang baru satu. Adapun dua kapal baru lainnya dalam tahap proses izin. "Jadi IPO ini juga untuk mendukung visi kami agar KML menjadi ‘Kitchen of Indonesia’ pada 2020 dan menjadi ‘Global Food Company" pada 2030," jelasnya.

Najikh mengatakan potensi pengembangan industri perikanan ke depan cukup besar. Pasokan ikan cukup melimpah terutama setelah kebijakan pemerintah yang melarang kapal-kapal asing dengan tonase besar di wilayah Indonesia. Begitu pula peluang pengembangan pasar domestik dan ekspor juga terbuka lebar. "Permintaan pasar masih terbuka lebar, tinggal bagaimana kita bisa memaksimalkan potensi laut kita dengan pasokan ikan yang melimpah. Dan ini juga membuat kami ingin terus mengembangkan perusahaan ini lebih besar," ungkap Najikh.

Dia menegaskan, sebagai perusahaan yang bergerak di industri perikanan pertumbuhan yang dicapai KML sebetulnya juga untuk menyejahterakan para nelayan. "Berapapun pertumbuhan yang kita capai akan kembali kepada nelayan," tandasnya.

Sementara General Manager Treasury Investment & Asset Management KLM Hendro Agus S., menambahkan saat ini masih dilakukan perhitungan target dana IPO. Selain untuk kebutuhan modal kerja dan pengembangan pasar, dana IPO tersebut juga untuk menambah jumlah kapal penangkap ikan, dimana satu kapal dengan ukuran 150 GT membutuhkan dana sekitar Rp 13 miliar. "Harapan kami dari IPO nanti kami bisa memperoleh dana segar sekitar Rp 1 triliun," katanya.

Saat ini, ada sekitar delapan calon penjamin emisi yang sedang mengikuti beauty contest untuk dipilih. Beberapa di antaranya dari BUMN. "Segera akan ditentukan siapa underwriter-nya, sehingga kita perkirakan pada bulan puasa nanti sudah bisa IPO," imbuh Hendro.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon