Bappenas dan Pemkot Denpasar Sepakati Percontohan Kerja Sama SDC

Kamis, 8 Februari 2018 | 20:45 WIB
YD
YD
Penulis: Yudo Dahono | Editor: YUD
Penandatanganan dokumen kerja sama Proyek Percontohan Pusat Pengembangan Keahlian atau Skill Development Center (SDC) Kota Denpasar, Jakarta, Kamis 8 Februari 2018.
Penandatanganan dokumen kerja sama Proyek Percontohan Pusat Pengembangan Keahlian atau Skill Development Center (SDC) Kota Denpasar, Jakarta, Kamis 8 Februari 2018. (ist)

Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Perindustrian, dan Pemerintah Kota Denpasar menandatangani dokumen kerja sama Proyek Percontohan Pusat Pengembangan Keahlian atau Skill Development Center (SDC) Kota Denpasar, Jakarta, Kamis (8/2).

Model SDC ini dikembangkan oleh Bappenas sebagai respon terhadap kebijakan Presiden Joko Widodo untuk merevitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi. Proyek percontohan ini didukung oleh Australia melalui program Kompak (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan).

"Keberhasilan upaya memperkuat daya saing tenaga kerja memerlukan kerjasama lintas sektor ditingkat pusat dan daerah, dan SDC diharapkan dapat menjadi salah satu jawabannya," kata Pungki Sumadi, Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan, Kamis (8/2).

"Kementerian PPN/Bappenas memandang SDC sebagai salah satu elemen strategis sebagai sebuah wadah komunikasi, koordinasi, dan sinkronisasi berbagai program dan kegiatan peningkatan keahlian dan ketrampilan tenaga kerja yang ada, agar dapat berjalan efektif dan fokus pada sasaran peningkatan kualitas tenaga kerja sesuai potensi dan kebutuhan pihak pengguna pada daerah masing-masing."

Sementara itu Direktur Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Bappenas, Mahatmi Saronto menyatakan bahwa SDC memberikan fasilitas bagi siswa sehingga bisa memperoleh tambahan keahlian.

"SDC adalah sebuah forum kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, untuk memfasilitasi bagi mereka siswa yang belum bisa bersaing, mereka nantinya bisa mendapatkan tambahan keahlian, yang disediakan oleh lembaga lain contoh ada SMK yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian yang melakukan pelatihan sehingga lulusannya berkualitas, nanti SMK lainnya yang tidak berkualitas bisa ke sana, sehingga ketika lulus menerima sertifikasi bisa bekerja," kata Mahatmi.

Sekretaris Daerah Kota Denpasar AAN Rai Iswara mengutarakan bahwa orientasi dan tantangan para pekerja adalah potensi calon tenaga kerja di kota Denpasar, sedangkan kompetensi ciri khasnya adalah sertifikasi.

"Di Denpasar orang-orang yang berkompetensi banyak, sedangkan yang bersertifikasi, inilah yang perlu kita tingkatkan, maka mereka akan kita tingkatkan melalui SDC yang akan mempersiapkan itu, di samping meningkatkan kualitas dari pada pangsa pasar juga akan diberikan sertifikasi sebagai bukti bahwa yang bersangkutan berpotensi, khususnya bagi kebutuhan pariwisata di kota Denpasar," jelas Rai Iswara.

"Sebab itu untuk mengantisipasinya, kota Denpasar sekarang arah kebijaksanaannya adalah mengganti nama dinas ketenagakerjaannya menjadi Dinas Ketenagakerjaan dan Sertifikasi kota Denpasar."



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon