Sidang Vonis Aman Abdurrahman Digelar Usai Idulfitri
Rabu, 30 Mei 2018 | 13:42 WIB
Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, berencana menggelar sidang vonis terdakwa Aman Abdurrahman terkait kasus terorisme, setelah Hari Raya Idul Fitri atau tanggal 22 Juni 2018 mendatang.
Ketua Majelis Hakim Akhmad Zaini mengatakan, agenda sidang putusan atau vonis digelar 22 Juni karena pekan depan berdekatan dengan libur Idul Fitri.
"Mengingat ada hari libur, maka sidang putusan akan dibacakan usai Lebaran. Jadi untuk putusan, setelah bermusyawarah, Insya Allah kami bacakan pada hari Jumat 22 Juni 2018, pada pukul 09.00 WIB," ujar Akhmad, di Ruang Sidang Utama Prof. H. Oemar Seno Adji, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/5).
Sementara itu, Asludin Hatjani, penasihat hukum Aman Abdurrahman mengatakan, menyerahkan putusan kepada majelis hakim. Namun, ia meminta agar majelis hakim mempertimbangkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan.
"Kami serahkan sepenuhnya kepada majelis hakim agar mempertimbangkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan bukan asumsi-asumsi," ungkapnya.
Sebelumnya, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), menuntut terdakwa Aman Abdurrahman terkait kasus terorisme dengan hukuman mati, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Oman Rochman alias Aman Abdurrahman alias Abu Sulaeman, dengan pidana mati," kata JPU Anita.
Pentolan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) itu, diduga melanggar Pasal 14 Juncto Pasal 6 Perppu Nomor 1 Tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sebagaimana dakwaan kesatu primer. Sementara dakwaan kedua primer, melanggar Pasal 14 Juncto Pasal 7 Perppu Nomor 1 Tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.
Aman diduga sebagai aktor di balik pengeboman di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, tahun 2016 lalu. Selain itu, dia juga terlibat kasus teror Bom Gereja Oikumene di Samarinda tahun 2016, Bom Kampung Melayu Jakarta Timur tahun 2017, serta dua penyerangan terhadap polisi di Medan dan Bima tahun 2017.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




