Menteri PUPR: Setiap Proyek di Papua Dijaga Aparat Keamanan
Selasa, 4 Desember 2018 | 17:27 WIB
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono angkat suara terkait pembunuhan 31 pekerja PT Istaka Karya pada proyek Jembatan Kali Yigi-Kali Aurak di Kabupaten Nduga, Papua.
Dia menyatakan bahwa setiap proyek di Papua selalu didampingi dan mendapatkan rekomendasi dari pihak TNI-Polri.
"Kalau di Papua pasti kita tidak akan bekerja tanpa dukungan aparat keamanan," kata Basuki saat menggelar konferensi pers di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (4/12).
Menurutnya, proyek Jembatan Kali Yigi-Kali Aurak di Kabupaten Nduga, Papua, sudah mendapat rekomendasi dari pihak keamanan untuk dikerjakan guna menjamin keselaman pekerja.
"Saya sudah telpon balai besarnya terkait bagaimana koordinasinya dengan pihak keamanan, (proyek) yang ini direkomendasi aman jadi kita jalan terus," ungkap Basuki.
Pada Segmen 5 proyek Jalan Trans Papua sepanjang 278 km itu pemerintah turut menggandeng dua badan usaha, yakni PT Istaka Karya (Persero) dan PT Brantas Abipraya (Persero) dalam membangun 35 jembatan.
Menyusul gangguan keamanan yang terjadi di proyek jembatan Trans Papua, Menteri PUPR bakal bertolak ke Wamena, Selasa (4/12) malam.
Basuki mengatakan pihaknya perlu mengecek kondisi terakhir di lokasi proyek, terutama untuk memeriksa kondisi korban dari gangguan keamanan oleh kelompok tidak dikenal.
Dia menyatakan duka cita atas insiden yang menimpa para pekerja konstruksi di lokasi tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




