Sepak Terjang Teroris MIT Ali Kalora
Kamis, 3 Januari 2019 | 11:14 WIB
Jakarta— Polisi telah menuding Ali Kalora sebagai pentolan kelompok militan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang beroperasi dan bergerilya di kawasan pegunungan di Sulawesi Tengah (Sulteng).
Nama aslinya Ali Ahmad namun karena berasal dari desa Kalora di pesisir Poso sehingga dia dipanggil Ali Kalora, dan diyakini sudah bergerilya bersama MIT sejak 2011 lalu. Kini dia bergerilya bersama 10 orang simpatisannya.
"Nilai plus Ali bisa terpilih jadi pimpinan MIT karena dia yang tahu seluk beluk hutan dan wilayah di gunung. Karena dia orang Kalora sehingga masih banyak keluarga dan simpatisannya. Paling vokal-lah," kata anggota polisi yang tahu soal Ali saat ditanya Beritasatu.com pada Kamis (4/1).
Dari data yang didapat Beritasatu.com, 10 orang DPO pengikut Ali memang kebanyakan berasal dari Bima, NTB. Sebut saja Qatar alias Farel, Nae alias Galuh, Basir alias Romzi, Abu Alim dan Kholid.
Memang ada Muhammad Faisal alias Namnung alias Kobar yang juga asal Poso tetapi dia diketahui masih junior. Dia tidak semilitan Ali yang bahkan mengajak istrinya —yang asal Bima— bergerilya di hutan sebelum istrinya itu ditangkap.
Tini Susanti Kaduku alias Umi Fadel ditangkap di Poso Kota, Oktober 2016 dalam keadaan hamil delapan bulan. Belakangan dia divonis 3 tahun penjara dalam sidang di PN Jakarta Timur.
Menurut sumber polisi yang lain, Ali Kalora berani beraksi belakangan ini karena pos-pos sekat Satgas Tinombala yang selama ini digelar di pegununungan biru dan tamanjeka telah ditarik ke bawah. Akibatnya mereka leluasa bergerilya.
"Buntutnya ‘kebakaran’ lagi dan kini kami diperintahkan untuk kembali melakukan penyekatan dan pengejaran di atas. Kita juga gelar pasukan lagi," sambung sumber itu.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga pernah menyebut jika Ali adalah orang ketiga di MIT setelah Abu Wardah Asy Ayarqi alias Santoso dan Basri alias Bagong.
Santoso tewas pada 18 Juli 2016 silam di Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso dan Basri ditangkap bersama istrinya, Nurmi Usman alias Oma, pada 14 September 2016. Maka tak heran kini Ali pegang kendali dan diburu lagi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




