Teror pada Pimpinan Tak Pengaruhi Kerja KPK Berantas Korupsi

Rabu, 9 Januari 2019 | 19:36 WIB
FS
B
Penulis: Fana F Suparman | Editor: B1
Akses menuju ke rumah Ketua KPK Agus Raharjo di Bekasi ditutup portal, 9 Januari 2019, terkait teror bom pipa.
Akses menuju ke rumah Ketua KPK Agus Raharjo di Bekasi ditutup portal, 9 Januari 2019, terkait teror bom pipa. (Suara Pembaruan/Mikael Niman)

Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan teror yang dialami dua pimpinan, Agus Rahardjo dan Laode M Syarif tak mempengaruhi kerja-kerja pemberantasan korupsi. Pegawai dan pimpinan lembaga antikorupsi tetap bekerja seperti biasa.

Diketahui, kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif diteror pada Rabu (9/1). Orang tak dikenal menaruh sebuah tas warna hitam diduga berisi bom rakitan jenis high explosive di gerbang rumah Agus yang berada di Bekasi, Jawa Barat. Sementara di kediaman Syarif di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, ditemukan bom molotov. Dari rekaman CCTV, terlihat adanya orang mencurigakan yang melakukan aktivitas di depan rumah Syarif.

Jubir KPK, Febri Diansyah meminta maaf pada masyarakat karena baru memberikan pernyataan terkait teror terhadap Agus dan Syarif. Hal ini lantaran seluruh pegawai dan pimpinan KPK melakukan sejumlah kegiatan seperti yang sudah direncanakan. Demikian pula dengan Agus dan Syarif yang rumahnya diteror orang tak dikenal dinihari tadi.

"Lima pimpinan hari ini hadir di kantor dan melaksanakan tugas masing-masing. Ada pelaksanaan tugas di luar misalnya menjadi narasumber di Kementerian Pendidikan, kemudian menerima pihak dari kedutaan negara lain. Diskusi tentang pemberantasan korupsi dan juga beberapa diskusi-diskusi terkait dengan penelitian dan pengembangan di Kementerian Kesehatan. Jadi beberapa hal itu dilakukan pimpinan KPK hari ini," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (9/1) sore.

Tak hanya pimpinan, Febri mengatakan, para pegawai juga tetap bekerja seperti biasa. Tim penyidik tetap menjalankan tugasnya memeriksa sejumlah saksi dan tersangka serta melakukan kegiatan-kegiatan lainnya.
"Pemeriksaan masih terus kami lakukan untuk berbagai kasus, saksi ataupun tersangka dan juga tugas-tugas pencegahan juga tetap dilakukan." katanya.

Febri mengatakan, perbedaan dibanding hari biasanya hanyalah koordinasi yang dilakukan KPK dengan pihak kepolisian yang menangani teror terhadap Agus dan Syarif. Dikatakan, terdapat pimpinan dan tim yang ditugaskan ke rumah Agus dan rumah Syarif untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

"Kami juga sudah dapat perkembangan dari Polri perkembangan awal misalnya sudah langsung ditugaskan tim untuk ke lokasi ke rumah Ketua KPK dan juga Wakil Ketua KPK, tim itu terdiri dari unsur Mabes Polri dan juga Polda Metro Jaya dan melibatkan personil dari Densus. Jadi itu yang tadi saya terima informasinya," katanya.

Dalam kesempatan ini, KPK, kata Febri mengapresiasi dukungan yang diberikan masyarakat terkait peristiwa teror terhadap Agus dan Syarif. KPK juga mengapresiasi kerja-kerja kepolisian yang bergerak cepat menangani kasus ini. Febri mengaku belum dapat berbicara banyak mengenai kasus teror ini. KPK, kata Febri meminta setiap pihak menunggu proses penanganan yang dilakukan kepolisian.

"Kita semua sebaiknya menunggu bagaimana hasil dan perkembangannya. Tadi beberapa hal sudah diinformasikan oleh pihak Humas Mabes Polri nanti kita tunggu. Apakah ada sore ini lagi ya atau besok perkembangan penanganan tersebut. Yang pasti begini, KPK tetap tadi sudah kami bicarakan juga, tetap bekerja sebagaimana tugas yang diberikan," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon