First Media Jadi Official Connectivity Partner Ajang IEG 2019

Minggu, 27 Januari 2019 | 16:52 WIB
EK
FH
Penulis: Emanuel Kure | Editor: FER
Stand FirstMedia, Bolt dan CatchPlay meramaikan Indonesia Comic Con (ICC) 2018 dengan memutar Film-Film Action Sci-Fi di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu 27 Oktober 2018. First Media, penyedia layanan pay tv serta internet broadband, bersama BOLT, pioner 4G LTE di Indonesia berkolaborasi dengan Catchplay, penyedia layanan video on demand bekerjasama menyediakan konten-konten film yang berkualitas didukung layanan internet yang handal.
Stand FirstMedia, Bolt dan CatchPlay meramaikan Indonesia Comic Con (ICC) 2018 dengan memutar Film-Film Action Sci-Fi di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu 27 Oktober 2018. First Media, penyedia layanan pay tv serta internet broadband, bersama BOLT, pioner 4G LTE di Indonesia berkolaborasi dengan Catchplay, penyedia layanan video on demand bekerjasama menyediakan konten-konten film yang berkualitas didukung layanan internet yang handal. (BeritaSatu Photo/Emral Firdiansyah)

Jakarta - First Media, penyedia televisi berbayar dan fixed broadband cable internet ditunjuk sebagai Official Connectivity Partner di ajang Indonesia e-Sports Games 2019 yang digelar di JCC Senayan. Turnamen yang digelar pada 26-27 januari ini memperebutkan total hadiah senilai Rp 580 juta bagi para pemenangnya. Melalui ajang ini, First Media akan menyediakan koneksi internet yang stabil bagi para gamer yang bertanding, sehingga dapat mengikuti turnamen dengan baik.

"First Media sebagai official internet provider di even e-Sports ini. Kami akan menyediakan akses internet di semua even di sini, dan diharapkan para gamers yang ikut turnamen ini dapat menikmati akses internet yang stabil di ajang ini," kata Division Head Product Innovation PT Link Net Tbk, Leo Borise, di Jakarta, Sabtu (26/1).

Menurut Leo, ajang ini untuk mendukung talenta e-Sports di Indonesia, sehingga bisa mendukung industri games di Tanah Air dalam mencetak talenta-talenta yang handal dan berprestasi.

"Apalagi pemerintah sekarang sudah mempunyai perhatian terhadap e-Sports. Bahkan di Piala Presiden nanti, e-Sportas akan menjadi salah satu cabang olahraga yang akan digelar. Jadi, kita akan masuk melalui penyediaan inovasi produk-produk kita dan juga jaringan internet yang handal," ujar Leo.

Mengutip dari data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Leo menjelaskan, industri gim di Tanah Air terus berkembang pesat. Dikatakan, nilai industri gim pada 2017 sebesar US$ 281 juta, dan akan tumbuh menjadi US$ 1,8 miliar pada 2021.

"Industri gim di Tanah Air terus berkembang pesat. Hal ini ditandai dengan banyak peminta game di Tanah Air yang melakukan aktifitas bermain gim. Bekraf menyebut industri gim di Indonesia 2017 US$ 882 juta, akan tumbuh menjadi US$ 1,8 miliar 2021. First Menyediakan produk-produk untuk mendukung market tersebut," jelas Leo.

Untuk mendukung industri gim terus berkembang, First Media juga menyediakan paket games expert. Pengguna paket ini akan mendapat jaringan internet khusus ke server-server gim yang sudah kerja sama dengan First Media. Selain itu, dapat router tambahan, dan juga mendapat koneksi yang lebih baik.

"Upload-nya di-upgrade dan ada benefit untuk gim yang sudah kerja sama. Jadi kita sudah bekerjasama dengan para penyedia gim, sehingga memudahkan para gamers untuk menikmati gim di layanan kami," kata Leo.

Sementara, Project Manager PT Sepuluh Sebelas Agency, Eliandy Andojoputro, yang merupakan penyelenggara ajang IEG mengungkapkan, dalam turnamen ini, terdapat enam gim yang akan dipertandingkan, termasuk di dalamnya Mobile Legend. Tujuannya untuk memperkenalkan, bahwa Indonesia sangat beragam dan memiliki gim yang bisa dipertandingkan.

"Ajang ini juga sekaligus kita memperkenalkan ada beragam gim di Indonesia. Tidak hanya Mobile Legend, tetapi ada Dota, CS GO, yang merupakan gim tradisonal yang bisa dipertandingkan. Karena, meskipun gim-gim ini tergolong tradisonal, tetapi masih banyak pemainnya di Indonesia," tutur Eliandy.

Eliandy juga menyoroti tentang perkembangan gim di tanah air. Menurutnya, perkembangan industri gim terus berkembang pesat. Dalam kurun watu dua tahun terkahir, 2016-2018, jumlah pengguna terus berkembang, dari 10 juta tumbuh menjadi 100 juta pengguna yang bermain game online secara kompetitif.

"Meningkat pesat, karena gim e-Sports masuk ke game mobile yang sangat gampang diakses. Sehingga, orang makin gampang bermain. Beda, kalau dulu, orang mau bermain gim harus punya PC dan sebagainya. Sekarang ini sudah sangat gampang. Jadi hal ini menjadi daya utama, perkembangan industri gim di Tanah Air," tutup Eliandy.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon