TKN Jokowi-Ma’ruf Anggap Survei Internal Prabowo-Sandiaga Sebagai Warning
Senin, 4 Februari 2019 | 19:54 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin Jawa Barat Dedi Mulyadi menganggap klaim hasil survei Calon Wakil Presiden RI nomor urut 02 Sandiaga Uno sebagai sebuah peringatan keras atau warning untuk seluruh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin.
"Artinya warning agar kita tidak boleh terlena dan harus kerja keras," kata Dedi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (4/2).
Dedi menilai TKN Jokowi-Ma'ruf tidak perlu membantah hasil survei yang dikeluarkan oleh lembaga survei mana pun. Termasuk survei internal Prabowo-Sandi. Ketimbang menanggapi hasil survei, Dedi meminta seluruh pendukung dan relawan Jokowi-Ma'ruf untuk terus bekerja keras mengampanyekan visi, misi, program Jokowi-Ma'ruf serta pencapaian pemerintahan Jokowi.
"Untuk apa dibantah. Itu kan pendapat dan pemahaman akademis mereka, kita hargai. Tetapi, itu warning bagi kita untuk bekerja keras. Saya yakin dengan bekerja keras kita bisa meraih apa yang kita harapkan," tegasnya.
Menurutnya, dinamika politik berkembang dan berubah sangat cepat. Dedi pun menyinggung mengenai hasil survei dan hitung cepat internal kubu Prabowo pada Pilpres 2014 lalu yang meleset. Untuk itu, meski hasil survei saat ini menunjukkan kenaikan positif secara elektabilitas dari pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi, Dedi optimistis pada akhirnya Jokowi-Ma'ruf yang akan memenangkan Pilpres 2019.
"Namanya juga politik, saling klaim sudah biasa, tetapi sejarah menunjukan bagaimana dulu hitungan cepatnya dan klaim dari lembaga surveinya. Pada akhirnya tidak bisa dibuktikan dari sisi ilmiah dan yang menang siapa," katanya.
Diketahui, Sandiaga Uno mengklaim elektabilitasnya bersama Prabowo selisihnya tidak lebih dari 10 persen dibanding elektabikitas pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Klaim tersebut disampaikan Sandiaga berdasar survei internal pihaknya yang menunjukkan elektabilitas Prabowo-Sandi sudah melampaui 40 persen.
"Selisih sudah single digit. Tapi kami mesti kerja keras. Kami sudah lewat 40 persen dan single digit," kata Sandiaga di Media Center Prabowo-Sandiaga, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (31/1).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




