JK: Tahun Ini Pemerintah Canangkan Peningkatan Kualitas SDM

Rabu, 6 Maret 2019 | 19:30 WIB
RW
B
Penulis: Robertus Wardi | Editor: B1
Wapres Jusuf Kalla
Wapres Jusuf Kalla (Antara/Widodo S Jusuf)

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengemukakan tahun 2019 ini, pemerintah mencanangkan program peningkatan mutu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Peningkatan itu penting agar SDM Indonesia bisa bersaing dengan negara lain di tingkat global.

"Tahun ini, program utamanya ialah meningkatkan mutu SDM. Dengan cara vokasi yaitu mendidik untuk meningkatkan skill menciptakan lapangan kerja," kata JK peresmian pembukaan Kongres Asosiasi Pendidikan Masyarakat Indonesia (Apenmasi) di Istana Wapres Jl Merdeka Selatan Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Ia menjelaskan peningkatan mutu SDM sebagai upaya pemerintah ‎membatasi pengiriman asisten rumah tangga ke luar negeri. Pasalnya pengiriman pembantu rumah tangga terkait dengan martabat bangsa.

"Kita ingin membatasi karena menyangkut martabat bangsa. Tidak lagi mengirim tenaga-tenaga rumah tangga untuk bekerja di luar negeri,"ujar JK.

Dia meminta semua pihak untuk bersama pemerintah menyukseskan program peningkatan mutu tersebut. Program itu tidak bisa berhasil jika hanya bergantung pada pemerintah.

‎"Saya berterima kasih kepada semua yang tergabung dalam asosiasi pendidikan masyarakat ini. Pada intinya ingin melakukan pendidikan masyarakat lebih luas lagi dan lebih intensif, karena pendidikan masyarakat yang dilakukan beberapa puluh tahun lalu tentu berbeda kondisinya pada hari ini," tutur JK.

Dia mmenambahkan penting sekali pemberdayaan guru untuk meningkatkan kompetensi para siswa. Di sisi lain, para guru juga harus terus meningkatkan kemampuannya untuk memberikan pendidikan yang maksimal ke anak.
"Kalau guru di desa tidak diajarkan ilmu maka ilmunya akan stagnan. Apabila stagnan ilmu maka muridnya akan stagnan. Apabila muridnya stagnan maka lapangan kerjanya akan stagnan," tutup JK.

Sementara Ketua Umum Apenmasi Hafid Abbas mengemukakan organisasi telah mengidentifikasi 18 kelompok masyarakat yang memiliki tingkat kerawanan sosial dan ekonomi yang tinggi. Diantaranya petani, masyarakat adat, pengungsi, buruh miskin, dan anak dengan gizi buruk."Ini yang menjadi perhatian bersama," tuturnya.

Menurutnya, Apenmasi adalah wadah para pakar, peneliti, ilmuwan dan praktisi pendidikan masyarakat yang tersebar di berbagai Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta (PTN dan PTS) di seluruh tanah air. Organisasi ini menyelenggarakan berbagai kegiatan pendidikan kesetaraan, pengembangan minat dan pribadi, serta memberi pembekalan pengetahuan dan keterampilan dasar hidup untuk terus berkontribusi menjangkau mereka yang miskin dan tertinggal.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon