LIPI: Sistem Proporsional Terbuka Perlu Dievaluasi

Jumat, 10 Mei 2019 | 15:00 WIB
YP
FB
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: FMB
Syamsuddin Haris.
Syamsuddin Haris. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris mengatakan sistem proporsional terbuka perlu dievaluasi. Pasalnya, sistem ini telah menyebabkan sejumlah dampak buruk dalam proses pemilu Indonesia.

"Sistem proporsional terbuka jelas perlu dievaluasi, tapi tidak ada hubungan dengan tidak lolosnya sejumlah caleg," ujar Syamsuddin saat dihubungi, Jumat (10/5/2019).

Dia menyebutkan empat alasan mengapa sistem proporsional terbuka perlu dievaluasi. Pertama, sistem ini memfasilitasi politik uang yang masif. Kedua, sistem ini membuat para politisi menjadi oportunis.

"Kemudian, sistem proporsional terbuka ini menjadikan institusionalisasi partai bertambah buruk dan membuat beban penyelenggara luar biasa besar sehingga menyebabkan ratusan orang meninggal," ungkap dia.

Syamsuddin juga mengusulkan agar sistem proporsional terbuka sebaiknya tidak dipakai lagi di pemilu mendatang. Menurut dia, sistem proporsional tertutup perlu dipertimbangkan untuk diterapkan di pemilu Indonesia.

"Sebaiknya (sistem proporsional terbuka) tidak dipakai lagi. Sistem pemilu tertutup dengan perbaikan atau pembenahan mekanisme pencalonan legislatif perlu dipertimbangkan untuk pemilu ke depan," pungkas dia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon