Eggi Sudjana: Panggilan Polisi Tak Boleh Dihindari
Senin, 13 Mei 2019 | 20:46 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Tersangka Eggi Sudjana, memenuhi panggilan untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus makar, di Mapolda Metro Jaya, hari ini. Menurutnya, panggilan polisi tidak boleh dihindari.
"Pertimbangan kita khususnya dalam konteks sebagai aktivis juga advokat, saya mengerti hukum, maka panggilan polisi tidak boleh dihindari, Apapun ceritanya harus dihadapi. Beda dengan tokoh elite yang kemarin kita lihat, mau dipanggil polisi pada kabur akhirnya nabrak dan benjol," ujar Eggi, di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/5/2019).
Eggi meminta, penyidik obyektif dalam menangani kasusnya sesuai dengan jargon profesional, modern, dan terpercaya (Promoter).
"Kita minta bapak polisi objektif karena Anda sudah mengklaim profesional, modern, dan terpercaya. Jadi janganlah mengingkari jargon yang Anda buat sendiri. Saya mau lihat profesionalitasnya sampai di mana," ungkap Eggi.
Eggi menyampaikan, kalau dirinya sampai ditahan pasca pemeriksaan, berarti telah terjadi kriminalisasi.
"Kalau jadi tersangka, ini serius dan kita sudah lakukan praperadilan. Tapi kalau hari ini nggak ditahan, ya alhamdulillah. Kalau ditahan, ya kriminalisasi terjadi. Tidak profesional, tidak terpercaya, tidak modern. Dan, Jokowi bisa perintahkan kepada Kapolri untuk tidak ditahan kalau dia berdemokrasi yang benar," kata Eggi.
Eggi menuturkan, statusnya sebagai tersangka merupakan bentuk diskriminatif. Karena bukan hanya dirinya yang menyampaikan pernyataan people power.
"Sebelumnya ada yang bilang people power itu bapak Amien Rais, tokoh reformasi. Kok nggak papa, biasa-biasa saja. Nah yang paling mendasar lagi, Moeldoko pernah ngomong perang total. Perang itu sudah nggak ada kata lain selain bunuh membunuh. Kalau people power nggak ada urusannya sama itu. Tapi sisi lain Moeldoko tenang-tenang saja tidak diperiksa, itu merupakan kondisi diskriminatif," jelasnya.
Menurut Eggi, pernyataan people power justru pernah disampaikan kelompok pendukung Jokowi dalam sebuah buku pada tahun 2014.
"Maknanya, dalam buku itu people power sering terhalangi oleh para elite. Nah, saya ingat omongan saya yang bikin brengsek negeri ini ya para elite. Jadi kita harus jaga persatuan Indonesia. Kalau nggak dipotong-potong ada kalimat jaga persatuan Indonesia. Yang kita persoalkan itu para elite, kecurangan pemilu dibuat mereka. Rakyat tidak tahu menahu. Jadi jangan benturkan antar rakyat,"kata Eggi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




