Bocoran Kabinet Kerja Jilid II yang Beredar di Publik Hoaks
Minggu, 13 Oktober 2019 | 19:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Susunan Kabinet Kerja II yang beredar di publik merupakan hoaks. Partai politik (parpol) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) tidak pernah menyampaikan alternatif anggota kabinet.
Pengangkatan menteri-menteri dan pejabat kabinet lainnya merupakan hak prerogatif Presiden. Demikian ditegaskan mantan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding kepada Beritasatu.com, Minggu (13/10).
"Itu 100 persen hoaks, apalagi kalau asalnya disebut-sebut dari KIK, lalu ditujukan kepada pimpinan partai koalisi serta ketua tim pemenangan. Berkali-kali sudah disampaikan bahwa pengangkatan menteri atau pejabat kabinet lain sepenuhnya hak prerogatif presiden," tegas Karding.
Ma'ruf Amin: Kabinet dalam Proses Penyempurnaan
Menurut Karding, TKN hanya bertugas memenangkan Jokowi-Ma'ruf pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menambahkan, partai koalisi tentu hanya menyampaikan nama-nama anggota kabinet sebagaimana permintaan Jokowi.
Akan tetapi, Karding menyatakan, keputusan mutlak berada di tangan Jokowi. "Tugas koalisi, tugas TKN ialah memenangkan Pak Jokowi-Ma'ruf. Bisa saja partai-partai mengirim nama, tetapi nanti yang pilih adalah Pak Jokowi. Jadi, informasi Kabinet Kerja II itu hoaks," imbuh Karding.
Nama-nama figur yang akan menempati 34 pos kementerian ditambah jaksa agung dan sekretaris kabinet beredar di Whatsapp. Dilihat Beritasatu.com, ada logo Pancasila di bagian atas, di sisi kirinya tertulis nomor, hal, dan sifat surat, sedangkan di sebelah kanan terlihat gambar Jokowi-Ma'ruf.
Sebanyak 12 lembar pesan itu ditujukan kepada ketua umum partai KIK dan ketua tim sukses Jokowi-Ma'ruf. "Berikut kami sampaikan opsi alternatif pengisi Kabinet Indonesia Kerja Jilid II/2019-2024," demikian tertulis.
Jokowi Dinilai Sudah Ungkap Kisi-kisi Kabinet 2019-2024
Setiap posisi menteri, terdapat dua sampai tiga nama tokoh. Latar belakang atau profil biodata para calon menteri pun ditulis dengan lengkap. Di bagian penutup surat tercantum tanda tangan dan nama orang yang disebut sebagai Staf Ahli Jokowi Bidang Komunikasi, Ahmad Nasrullah Al Fathir.
"Semua orang tahu kalau Pak Jokowi tidak punya staf yang namanya seperti tertuang di pesan tersebut. Tolong yang begini jangan langsung-langsung diberitakan. Informasinya saja tidak jelas dan hoaks," pungkas Karding.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




