Jembatan Gantung di Kaur Putus, 9 Warga Tewas dan 1 Hilang

Senin, 20 Januari 2020 | 19:01 WIB
U
FB
Penulis: Usmin | Editor: FMB
Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

Bengkulu, Beritasatu.com - Korban tewas tenggelam di Sungai Cawang Kidau, akibat jembatan gantung putus di Desa Bungin Tambun, Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, Bengkulu, sampai Senin (20/1/2020) sore tercatat sebanyak sembilan orang, satu orang masih dicari dan 20 orang lainya dalam keadaan selamat.

Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaur, Ujang Saferi yang dihubungi SP, dari Bengkulu, Senin mengatakan, sembilan orang korban yang tewas tersebut sudah diserahkan ke pihak keluarga masing-masing dan seluruhnya sudah dimakamkan pada Senin siang.

Sedangkan satu korban lagi masih dicari oleh Tim SAR Gabungan Kaur. "Sampai sekarang kita masih mencari satu korban yang belum ditemukan dengan menyisir sepanjang aliran Sungai Cabang Kidau. Diduga korban sudah meninggal karena sudah dua hari terseret arus deras sungai tersebut," ujarnya.

Selai itu, Tim SAR Gabungan Kaur juga telah mengangkat runtuhan jembatan gantung dengan alat berat, untuk menemukan korban yang belum ditemukan tersebut. "Siapa tahu korban tersangkut di runtuhan jembatan tersebut, tapi setelah runtuhan kita angkat juga tidak ditemukan," ujarnya.

BPBD Kaur bersama Tim SAR Ganungan setempat, kataya saat ini masih terus bekerja di lapangan untuk menemukan satu orang korban yang tercebur ke sungai bersamaan jembatan gantung putus pada Minggu (19/1/2020) sore lalu.

"Kita berharap korban dapat ditemukan secepatnya oleh Tim SAR Gabungan Kaur dalam waktu dekat ini. Kita juga berharap korban ditemukan dalam keadaan selamat. Namun, kemungkinan korban ditemukan selamat kecil sekali karena sudah dua hari hilang tenggelam di Sungai Cawang Kidau tersebut," ujarnya.

Ujang menambahkan, korban tewas sembilan orang akibat tenggelam ke Sungai Cawang Kidau, menyusul jembatan yang mereka naik putus ditemukan beberapa jam setelah kejadian pada hari Minggu (19/1/2020) sore sebanyak empat orang, dan pada Senin (20/1/2020), ditemukan lagi sebanyak lima orang.

Sedangkan satu korban lagi atas nama Ipan, belum ditemukan dan masih dicari oleh Tim SAR Gabung Kaur, terdari BPBD, TNI, Polri dan SAR, serta pihak terkait lainnya di daerah ini. Sementara korban yang selamat sebanyak 20 orang tersebut, setelah mendapat perawatan di puskesmas setempat langsung dibolehkan pulangkan ke rumahnya masing-masing karena mereka tidak mengalami luka serius.

Kepala BPBD Kaur menjelaskan, sembilan korban yang ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia itu, antara lain atas nama Emilia, Yeni, Pio, Peri Rahman, Mika, Migi dan Viki, Intan Guspani dan Gok bin Jumar. Korban meninggal berasal dari tiga kecamantan di Kaur, yakni Kecamantan Padang Guci Hilir, Padang Guci Tengah dan Kecamatan Kelam Tengah.

Seperti diketahui jembatan gantung Cawang Kidau, di Desa Bungin Timbum, Kecamatan Padang Guci Ulu, Kabupaten Kaur, pada Minggu (19/1/2020) runtuh, akibatnya puluhan orang yang ada di atas jembatan tersebut tercebur dan tenggelam di sungai tersebut.

Celakanya pada saat jembatan putus, Sungai Cawang Kidau tengah meluap dan arus sungai sangat deras sekali. Akibatnya, para korban tenggelam dan hanyut terbawa arus deras sungai yang merupakan salah satu sungai terbesar di Kaur itu.

Sebelum kejadian, puluhan warga berada di atas jembatan gantung tersebut untuk menyaksikan luapan Sungai Cawang Kidau. Namun, ketika mereka asyik menyaksikan luapan sungai tiba-tiba jembatan putus dan mereka ikut terjun ke sungai yang dalam tersebut.

Sementara itu, Kapolres Kaur, AKBP Arif Hidayat mengatakan, untuk memastikan penyebab jembatan gantung Cawang Kidau putus pihaknya telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan beberapa orang saksi, termasuk korban selamat.

"Untuk memastikan penyebab putusnya jembatan gantung Cawang Kidau, kita telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari para saksi. Sekarang belum bisa menduga-duga penyebab jembatan gantung ini putus," ujarnya.

Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Supratman, Senin (20/1), berserta pejabat Polda setempat didampingi Bupati Kaur, Gusri Fauzi mengunjungi lokasi jembatang Cawang Kidau yang putus pada Minggu (19/1) sore tersebut.

Kapolda Bengkulu secara khusus menyatakan turut berduka cita atas musibah tersebut. "Saya sengaja datang ke lokasi kejadian untuk menyaksikan langsung kondisi jembatan gantung yang ambruk tersebut, dan mengucapkan turut berdua cita atas musibah ini kepada keluarga para korban dan sekaligus berharap agar keluarga korban sabar menghadapi cobaan tersebut," ujar Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon