Jateng Siapkan Strategi Hadapi Dampak Korona
Sabtu, 29 Februari 2020 | 21:23 WIB
Semarang, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan strategi untuk menghadapi dampak virus korona terhadap perekonomian di daerah ini.
"Dampaknya belum signifikan. Tapi sudah mulai dirasakan oleh pelaku usaha, makanya kita perlu siapkan strategi untuk menghadapi dampak tersebut," ujar Gubernur Jateng Ganjar Pranowo seusai rakor dampak virus korona terhadap perekonomian Jateng di ruang serba guna kantor gubernur Jateng, Jumat (28/2/2020).
Ganjar menyebut contoh dunia usaha tekstil yang mulai mengeluhkan soal stok kapas yang hanya cukup untuk dua bulan.
"Maka kita cari subtitusinya, yakni rayon. Kita coba ambil dari dalam negeri, tak hanya dari impor. Termasuk juga engsel pintu, ternyata kita masih impor. Maka perlu dicari dari pengusaha di dalam negeri," ujarnya.
Menurut Ganjar, perlu ada protokol baru soal masuknya kapal wisata ke dalam negeri. Karena baru-baru ini, ada kapal pesiar yang mau masuk Semarang, batal karena terkendala izin masuk.
"Saya kira perlu ada protokol baru, misalnya perlunya dibuat ruang isolasi di pelabuhan dan bandara, agar lalu lintas wisatawan dan bisnis tak terganggu, karena sudah dipastikan aman sebelum masuk," ujarnya.
Untuk ekspor Jateng, menurut Ganjar, tertinggi AS, diikuti Jepang dan Tiongkok. Jika kondisi Tiongkok masih terisolasi seperti ini dan tak ada batasan waktu sampai kapan dinyatakan aman, maka perlu dicari pasar ekspor baru diluar Tiongkok.
"Semua itu kita pikirkan dan bahas bersama Kadin dan Apindo, untuk menghadapi dampak virus korona Tiongkok yang belum kunjung berakhir," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




