Bupati Bogor: Bila Pedagang Tidak Mau Dites, Pasarnya Kita Tutup

Jumat, 12 Juni 2020 | 12:54 WIB
VS
FB
Penulis: Vento Saudale | Editor: FMB
Kondisi Pasar Cileungsi Kabupaten Bogor setelah sempat ditutup karena menjadi klaster penularan COVID-19.
Kondisi Pasar Cileungsi Kabupaten Bogor setelah sempat ditutup karena menjadi klaster penularan COVID-19. (Antara/M Fikri Setiawan)

Bogor, Beritasatu.com – Menyusul penolakan dari para pedagang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus melakukan persuasi kepada pada pedagang di Pasar Cileungsi untuk dilakukan tes Covid-19 setelah ditemukan 26 orang positif terinfeksi Covid-19 terpapar di pasar.

Bupati Bogor Ade Yasin dalam keterangannya menuturkan, saat ini pemkab masih terus berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk melakukan jadwal ulang melakukan swab test kepada para pedagang di Pasar Cileungsi.

"Kita coba pendekatan melalui tokoh masyarakat, bila sudah kondusif kita lakukan tes Covid-19," kata Ade, Jumat (12/6/2020).

Ade pun tidak memungkiri ada penolakkan sejumlah pedagang saat akan dilakukan kembali tes Covid-19 beberapa hari lalu. Ia menyebut tes kali ketiganya itu dilakukan dikarenakan ditemukan 26 orang, baik pedagang dan pengunjung, yang positif terinfeksi Covid-19.

"Intinya bila setelah persuasi kami akan menjadwalkan kembali tes. Bila pedagang tidak mau, pilihannya kami tidak akan membuka pasar," tambah Ade.

Sejauh ini, sebanyak 34 pasar besar di Kabupaten Bogor masih melakukan aktivitas perkulakan. Ade mengklaim, bila aktivitas di pasar-pasar itu telah memenuhi standar protokol kesehatan. Jam operasional juga dibatasi mulai pukul 06.00 hingga pukul 13.00.

Sebelumnya, viral cuplikan potongan video penolakkan sejumlah pedagang di Pasar Cileungsi kepada petugas kesehatan yang akan melakukan tes Covid. Staf Keamanan Pasar Rakyat Cileungsi Ujang Rasmadi menuturkan, ada sejumlah alasan kenapa peristiwa penolakan itu terjadi.

Dia menjelaskan rapid test ketiga kalinya dilakukan di Pasar Cileungsi ini ditolak ratusan pedagang merasa khawatir tes cepat virus Covid-19 itu akan berimbas pada kondusifitas keramaian pasar. Sehingga pedagang meminta agar rapid test dilakukan di lokasi lain atau pasar lainnya yang masih dikelola oleh PD Pasar Tohaga.

"Baik pedagang maupun pengunjung merasa khawatir. Mereka (pedagang) meminta rapid test dilakukan di pertokoan dan pasar lain selain Pasar Cileungsi," ungkapnya



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon