Pemilukada Bengkulu Putaran Dua Kurang Dana

Kamis, 18 Oktober 2012 | 10:14 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Petugas TPS melakukan pengumpulan surat  suara di TPS  kawasan Manggarai,  Jakarta Selatan. FOTO: Jurnasyanto Sukarno/JAKARTA GLOBE
Petugas TPS melakukan pengumpulan surat suara di TPS kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. FOTO: Jurnasyanto Sukarno/JAKARTA GLOBE
Jika dana tidak segera ada, pemilukada putaran kedua bakal molor hingga 2013.

Untuk melangsungkan Pemilukada Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, putaran kedua, baru tersedia dana Rp2,4 miliar dari total kebutuhan Rp4,3 miliar. Pelaksanaan pesta demokrasi itu masih kekurangan dana sekitar Rp1,9 miliar.

"Untuk menggelar Pemilukada Kota Bengkulu putaran kedua KPU masih kekurangan dana cukup besar sekitar Rp1,9  miliar. Dana kekurangan ini untuk memaksimalkan sosialisasi kepada pemilih sehingga angka golput dapat turun dari putaran pertama sebesar 35 persen dari DPT 243.914 pemilih," kata Ketua KPU Kota Bengkulu Salahudin Yahya, di Bengkulu, kemarin.

Dia mengatakan, dana sisa pemilkada putaran pertama yang ada di KPU setempat, saat ini sebesar Rp2,4 miliar. Sedangkan kebutuhan dana untuk pengadaan logistik, honor petugas PPK, KPPS dan petugas keamanan pilkada putaran kedua sebesar Rp4,3 miliar.

Dengan begitu, untuk melaksanakan pesta demokrasi putaran kedua guna memilih wali kota dan wakil wali kota setempat definitif masa jabatan 2012-2017 KPU Kota Bengkulu masih membutuhkan tambahan dana dari pemkot setempat sekitar Rp1,9 miliar.

"Kalau kita mendapatkan tambahan dana pemilukada dari Pemkot Bengkulu sebesar Rp1,9 miliar, maka perhelatan itu dapat kami gelar pada akhir 2012. Tapi jika tidak disiapkan, pemilukada putaran kedua bisa molor pada 2013," ujarnya.

Untuk itu, KPU Kota Bengkulu segera mengusulkan tambahan dana ke pemkot setempat. Meski, kini sengketa pemilukada putaran pertama masih bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Pengajuan usulan itu ditujukan agar jika sudah ada keputusan MK tentang hasil pemilukada putaran pertama, KPU langsung bersiap-siap menggelar pemilukada putaran kedua," katanya.

Salahudin Yahya mengatakan, sesuai jadwal pemilukada Kota Bengkulu putaran kedua digelar pada 21 November 2012, tapi karena ada salah satu pasangan wali kota dan wakil wali kota, yakni Leny Djon Latif/Sudoto menggugat ke MK atas hasil pemilukada putaran pertama.

Dengan adanya gugatan tersebut, kemungkinan pemilukada putaran kedua paling cepat digelar akhir Desember 2012 atau awal tahun 2013. "Kita berharap dalam waktu dekat sengketa tersebut sudah diputuskan MK, sehingga KPU Kota Bengkulu segera menggelar pemilukada putaran kedua pada tahun ini juga," ujarnya.

Terkait dengan kekurangan dana pemilukada Kota Bengkulu putaran kedua, salah seorang anggota DPRD setempat, Effendi Salim mengatakan, sebelum  mengesahkan tambahan dana pemilukada putaran kedua, dewan minta agar KPU  menyampaikan laporan penggunaan keuangan putaran pertama ke lembaga  tersebut.

"Kita siap mengesahkan penambahan dana pemilukada putaran kedua sesuai yang diminta KPU Bengkulu sebesar Rp1,9 miliar. Namun, sebelum usulan kami setujui tolong dilaporlan penggunaan dana pemilukada putaran pertama ke DPRD setempat," ujarnya.

DPRD tidak menghambat program KPU Kota Bengkulu, tapi penggunaan dana pemilukada putaran pertama harus diketahui dewan. Sebab, tanpa disahkan dewan maka pemkot tidak bisa mencairkan dana pemilukada putaran kedua. "Sekarang era keterbukaan sehingga KPU wajar menyampaikan penggunaan dana pemilukada ke DPRD Kota Bengkulu," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon