Jokowi: Satpol PP Harus Tegas, Tapi Bukan Kasar
Kamis, 1 November 2012 | 11:22 WIB
Satpol PP harus bisa menggunakan pendekatan dengan mengedepankan proses dialog dalam melakukan razia.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pesan kepada sekitar 5.000 personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar dalam menjalankan tugasnya mengamankan dan menertibkan kota harus tegas, tetapi tidak kasar terhadap warga.
"Tegas tidak berarti kasar. Itu berbeda," kata Jokowi, saat memimpin Apel Satpol PP DKI Jakarta di lapangan Monas, Jakarta Pusat, hari ini.
Menurut Jokowi, Satpol PP harus bisa menggunakan pendekatan yang baik dengan mengedepankan proses dialog dalam melakukan razia. Namun, lanjut dia, ketegasan dan wibawa tetap harus dijaga.
"Tegas langsung angkut bagi yang melanggar, tapi tidak pakai digebuki. Itu kasar. Diperingati satu, dua, tiga kali itu masih tegas. Soalnya kalo nggak tegas wibawa Satpol PP DKI akan turun," papar mantan Wali Kota Solo itu.
Dengan adanya pendekatan yang baik, lanjut Jokowi, penggunaan tameng, pentungan, dan pisau belati, sedapat mungkin dihindari. Ditekankan dia, Satpol PP DKI merupakan cerminan dan watak dari Pemda.
"Jika Satpol PP mempunyai wibawa, maka Pemdanya pun berwibawa. Tetapi kalau Satpol PP kasar, maka pemdanya dinilai juga kasar," tandas Gubernur DKI itu.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pesan kepada sekitar 5.000 personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar dalam menjalankan tugasnya mengamankan dan menertibkan kota harus tegas, tetapi tidak kasar terhadap warga.
"Tegas tidak berarti kasar. Itu berbeda," kata Jokowi, saat memimpin Apel Satpol PP DKI Jakarta di lapangan Monas, Jakarta Pusat, hari ini.
Menurut Jokowi, Satpol PP harus bisa menggunakan pendekatan yang baik dengan mengedepankan proses dialog dalam melakukan razia. Namun, lanjut dia, ketegasan dan wibawa tetap harus dijaga.
"Tegas langsung angkut bagi yang melanggar, tapi tidak pakai digebuki. Itu kasar. Diperingati satu, dua, tiga kali itu masih tegas. Soalnya kalo nggak tegas wibawa Satpol PP DKI akan turun," papar mantan Wali Kota Solo itu.
Dengan adanya pendekatan yang baik, lanjut Jokowi, penggunaan tameng, pentungan, dan pisau belati, sedapat mungkin dihindari. Ditekankan dia, Satpol PP DKI merupakan cerminan dan watak dari Pemda.
"Jika Satpol PP mempunyai wibawa, maka Pemdanya pun berwibawa. Tetapi kalau Satpol PP kasar, maka pemdanya dinilai juga kasar," tandas Gubernur DKI itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




