Presiden Meksiko Ingin Ubah Nama Negaranya

Sabtu, 24 November 2012 | 08:55 WIB
AF
B
Penulis: AP/ Nadia Felicia | Editor: B1
Presiden Meksiko, Felipe Calderon.
Presiden Meksiko, Felipe Calderon. (EPA)
Karena dinilai mirip nama negara tetangga dan jarang digunakan pada keseharian.

Presiden Meksiko Felipe Calderon menganggap, nama lengkap negaranya mirip dengan nama negara tetangga. Ingin lebih ringkas, Calderon mengajukan usulan agar nama negaranya cukup menjadi "Meksiko" (Mexico).

Negara yang dipimpin Calderon itu aslinya bernama lengkap "United Mexican States" atau "Estados Unidos Mexicanos". Nama panjang itu ditetapkan sejak tahun 1824, setelah negara itu mendapatkan kemerdekaannya dari Spanyol.

Diperkirakan, nama panjang Meksiko itu sebenarnya mengikut negara nama negara tetangganya, Amerika Serikat -resminya bernama "United States of America"- yang juga menganut demokrasi.

Nama panjang Meksiko itu jarang digunakan, hanya pada dokumen-dokumen resmi kenegaraan, uang, dan dan materi-materi kepemerintahan lainnya. Karena itu, Calderon berinisiatif untuk menyingkat dan meresmikan nama negaranya dengan cukup "Meksiko", tanpa embe-embel lain.

Dalam konferensi pers yang diadakan hari Kamis (22/11), Calderon berargumen, negaranya tak perlu meniru negara lain.

Ini bukan usaha penggantian nama negara pertama yang dilakukan Calderon. Dulu, di tahun 2003, saat ia masih menjadi anggota kongres, ia sempat mengajukan usulan tersebut, namun tak ada yang mendukungnya.

Walau diakuinya, pengesahan perubahan nama ini tak memiliki urgensi tinggi, namun, ia berpendapat, hal ini cukup relevan.

"Meksiko tak perlu nama yang mirip negara lain, apalagi nama panjang itu pada kesehariannya pun sebenarnya tidak digunakan," ungkapnya.

Sementara, menurut pemberitaan kantor berita AP, Meksiko pada dasarnya memang membayangi negara tetangganya yang memang adalah negara adidaya.

Dalam kesehariannya, warga Meksiko kerap kali menyaksikan tayangan buatan Amerika Serikat, menggunakan produk-produk buatan Amerika Serikat, bahkan tim olahraga Meksiko juga seringkali meniru tim olahraga Amerika Serikat. Sementara, negara adidaya itu melihat Meksiko dengan sebelah mata.

Walau diakui banyak pihak, selama kepemimpinannya di kursi kepresidenan, Calderon mencoba menciptakan imej internasional yang baik untuk Meksiko demi perkembangan industri turisme.

Industri turisme negara itu sudah ternoda dengan tingginya pemberitaan media lokal maupun mancanegara mengenai tingkat kriminalitas di negara itu. Selama kepemimpinan Calderon, setidaknya ada 47.500 orang yang meninggal terkait kekerasan kartel perdagangan obat bius. Dipercaya, angkanya sudah berlipat-lipat, karena kementerian terkait sudah dilarang mengeluarkan angka pastinya sejak tahun lalu.

Pengajuan perubahan nama itu tidak semerta-merta disetujui oleh banyak pihak. Banyak orang di Twitter mencemooh ide itu. Apalagi mengingat Calderon yang akan meninggalkan jabatan sebagai pemimpin negara itu pada 1 Desember mendatang.

Bila ia serius ingin mengubah nama resmi negaranya itu, Calderon harus mendapat dukungan kedua pihak kongres dan lembaga legislatif di 31 negara bagian Meksiko.

"Kini waktunya untuk warga negara ini kembali kepada keindahan dan kesederhanaan nama negara ini, Meksiko. Nama yang kita agungkan, kita nyanyikan, yang membuat kita bahagia, yang menjadi identitas diri, dan mengisi diri kita dengan kebanggaan," kata Calderon.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon