Jadwal Pemutaran Film Pendek Gratis di Ajang PMS
Senin, 26 November 2012 | 15:39 WIB
Hanya ada kotak donasi yang hasilnya disumbangkan untuk filmmaker.
Kalyana Shira Foundation dan Eltra PostHouse menyelenggarakan ajang Pop-Up Monthly Screening (PMS).
Dalam penyelenggaraannya yang keempat ini, akan diputar tujuh buah film pendek dan feature dari Tanggal 29 - 30 September 20120. Lokasi pemutaran yakni di Jl Benda Raya 56, Kemang, Jakarta Selatan dengan kapasitas 30 kursi.
Pop-Up Monthly Screening tidak menarik biaya masuk, hanya akan ada kotak donasi yang hasilnya akan disumbangkan ke filmmaker.
Berikut jadwal dan sinopsis judul film yang ikut dalam ajang PMS.
Kamis, 29 November 2012
RAGAT'E ANAK (2008)
Durasi : 26 Menit
Sutradara & Penulis : Ucu Agustin
Sinopsis
Orang Tionghoa percaya semakin tinggi tanah kuburan, mereka yang telah mati akan semakin dekat dengan nirwana. Gunung Bolo adalah kompleks kuburan Cina berbentuk bukit yang terletak di Tulungaggung. Selepas senja, kompleks kuburan yang tenang dan sunyi ini berganti fungsi menjadi lokasi prostitusi liar. Nur dan Mira adalah pemecah batu yang malamnya menjadi pekerja seks di Gunung Bolo. Sepanjang hari mereka bekerja keras namun pendapatan mereka tidak pernah mencukupi. “RAGAT‘E ANAK” menggambarkan betapa kerasnya perjuangan Ibu untuk membiayai anaknya.
HEY I'M VINE (2004)
Sutradara : IGK Trisna Pramana
Durasi : 5 menit
Sinopsis
Sebuah cerita pendek tentang sepenggal kisah hidup Decky, ODHA yang tetap optimis menjalani hidup namun tetap mengalami diskriminasi dari lingkungan sekitarnya.
BENING (2010)
Produksi : SATU PRODUCTION
Durasi : 7:36 Menit
Sutradara : Andika Mauladitya
Sinopsis
Danar adalah seorang anak yang tertular virus HIV dari orangtuanya, tapi itu tidak membuat ia membenci dirinya sendiri dan orang tuanya.
Dalam film ini, filmmaker ingin mengundang penonton untuk melihat kasus HIV AIDS dari sisi sang anak yang harus menerima virus HIV dari orangtuanya. Film ini juga menyampaikan pesan agar masyarakat mau membuka mata untuk melihat ke depan, apa yang akan terjadi jika kita menggunakan narkoba dan melakukan seks tidak aman.
Penghargaan:
Juara 1 pada Festival Film Pendek HIV & AIDS Tingkat Nasional yang diselenggarakan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, November 2011
SARUNG PETARUNG (2007)
Produksi : Think Act Change 2007
Durasi : 15 Menit
Sutradara & Penulis : Jason Iskandar & M. Adiartha Kusuma
Sinopsis
Remaja saling mempertanyakan kegunaan kondom dan relasinya dengan safe sex.
Jawaban polos mereka menunjukan bahwa sudah saatnya membicarakan kondom.
Penghargaan:
Best Documentary Film – Think Act Change 2007
Favorite Documentary Film – Think Act Change 2007
Best HIV Documentary Film – Think Act Change 2007
Jumat, 30 November 2012
ULFIE PULANG KAMPUNG (2010)
Durasi : 45 Menit
Sutradara & Penulis : Nitta Nazyra C. Noer & Daud Sumolang
Sinopsis
Ulfie adalah waria asal Aceh yang punya usaha salon di Jakarta dan setia mengirimkan uang untuk keluarganya di kampung. Saat pulang ke Aceh ia menemukan minimnya informasi HIV/AIDS yang bisa diakses rekan-rekan warianya, sementara ibu Ulfie dan keluarga di Aceh tidak tahu soal Ulfie yang juga HIV Positif. Ulfie ingin membuat perubahan. Namun mampukah Ulfie menghadapi tantangan menghadapi keluarga dan kondisi social yang masih diskriminatif?
CERITA JAKARTA (2008)
Durasi : 27:35 Menit
Sutradara & Penulis : Lasja F Susatyo
Sinopsis
Laksmi seorang janda beranak satu yang kehilangan suaminya karena HIV/AIDS. Masih dalam suasana berduka ia harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya tertular virus mematikan itu, dan keluarga suaminya berkeras mengambil alih hak asuh Belinda, anak perempuannya.
Naluri seorang Ibu membuatnya bertahan untuk tetap mengasuh Belinda meskipun ia harus kehilangan semua hartanya, dan bersusah payah membawa Belinda berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Namun niatnya terbentur kenyataan, membesarkan anak dengan kondisi yang makin lemah tanpa penghasilan memaksa Laksmi mengambil keputusan besar, demi memberikan yang terbaik bagi Belinda dan dirinya.
Time Bomb! (2004)
Durasi : 22 Menit
Sutradara & Penulis : Rizky Ika Syafitri, Nita Meirina, Erik Wirawan
Sinopsis
Apakah kita tahu kalau tingginya tingkat penyebaran virus HIV/AIDS setahun belakangan di Indonesia disebabkan oleh pemakaian jarum suntik secara bersama oleh pengguna NARKOBA yang berusia remaja? Film ini membuat kita berpikir kembali apakah regulasi pemerintah yang melarang penjualan jarum suntik secara bebas adalah sebuah kebijakan yang tepat.
Informasi lebih dan janjut dan reservasi bisa dilakukan via twitter @KalyanaShira dan fan page facebook: Project Change.
Kalyana Shira Foundation dan Eltra PostHouse menyelenggarakan ajang Pop-Up Monthly Screening (PMS).
Dalam penyelenggaraannya yang keempat ini, akan diputar tujuh buah film pendek dan feature dari Tanggal 29 - 30 September 20120. Lokasi pemutaran yakni di Jl Benda Raya 56, Kemang, Jakarta Selatan dengan kapasitas 30 kursi.
Pop-Up Monthly Screening tidak menarik biaya masuk, hanya akan ada kotak donasi yang hasilnya akan disumbangkan ke filmmaker.
Berikut jadwal dan sinopsis judul film yang ikut dalam ajang PMS.
Kamis, 29 November 2012
RAGAT'E ANAK (2008)
Durasi : 26 Menit
Sutradara & Penulis : Ucu Agustin
Sinopsis
Orang Tionghoa percaya semakin tinggi tanah kuburan, mereka yang telah mati akan semakin dekat dengan nirwana. Gunung Bolo adalah kompleks kuburan Cina berbentuk bukit yang terletak di Tulungaggung. Selepas senja, kompleks kuburan yang tenang dan sunyi ini berganti fungsi menjadi lokasi prostitusi liar. Nur dan Mira adalah pemecah batu yang malamnya menjadi pekerja seks di Gunung Bolo. Sepanjang hari mereka bekerja keras namun pendapatan mereka tidak pernah mencukupi. “RAGAT‘E ANAK” menggambarkan betapa kerasnya perjuangan Ibu untuk membiayai anaknya.
HEY I'M VINE (2004)
Sutradara : IGK Trisna Pramana
Durasi : 5 menit
Sinopsis
Sebuah cerita pendek tentang sepenggal kisah hidup Decky, ODHA yang tetap optimis menjalani hidup namun tetap mengalami diskriminasi dari lingkungan sekitarnya.
BENING (2010)
Produksi : SATU PRODUCTION
Durasi : 7:36 Menit
Sutradara : Andika Mauladitya
Sinopsis
Danar adalah seorang anak yang tertular virus HIV dari orangtuanya, tapi itu tidak membuat ia membenci dirinya sendiri dan orang tuanya.
Dalam film ini, filmmaker ingin mengundang penonton untuk melihat kasus HIV AIDS dari sisi sang anak yang harus menerima virus HIV dari orangtuanya. Film ini juga menyampaikan pesan agar masyarakat mau membuka mata untuk melihat ke depan, apa yang akan terjadi jika kita menggunakan narkoba dan melakukan seks tidak aman.
Penghargaan:
Juara 1 pada Festival Film Pendek HIV & AIDS Tingkat Nasional yang diselenggarakan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, November 2011
SARUNG PETARUNG (2007)
Produksi : Think Act Change 2007
Durasi : 15 Menit
Sutradara & Penulis : Jason Iskandar & M. Adiartha Kusuma
Sinopsis
Remaja saling mempertanyakan kegunaan kondom dan relasinya dengan safe sex.
Jawaban polos mereka menunjukan bahwa sudah saatnya membicarakan kondom.
Penghargaan:
Best Documentary Film – Think Act Change 2007
Favorite Documentary Film – Think Act Change 2007
Best HIV Documentary Film – Think Act Change 2007
Jumat, 30 November 2012
ULFIE PULANG KAMPUNG (2010)
Durasi : 45 Menit
Sutradara & Penulis : Nitta Nazyra C. Noer & Daud Sumolang
Sinopsis
Ulfie adalah waria asal Aceh yang punya usaha salon di Jakarta dan setia mengirimkan uang untuk keluarganya di kampung. Saat pulang ke Aceh ia menemukan minimnya informasi HIV/AIDS yang bisa diakses rekan-rekan warianya, sementara ibu Ulfie dan keluarga di Aceh tidak tahu soal Ulfie yang juga HIV Positif. Ulfie ingin membuat perubahan. Namun mampukah Ulfie menghadapi tantangan menghadapi keluarga dan kondisi social yang masih diskriminatif?
CERITA JAKARTA (2008)
Durasi : 27:35 Menit
Sutradara & Penulis : Lasja F Susatyo
Sinopsis
Laksmi seorang janda beranak satu yang kehilangan suaminya karena HIV/AIDS. Masih dalam suasana berduka ia harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya tertular virus mematikan itu, dan keluarga suaminya berkeras mengambil alih hak asuh Belinda, anak perempuannya.
Naluri seorang Ibu membuatnya bertahan untuk tetap mengasuh Belinda meskipun ia harus kehilangan semua hartanya, dan bersusah payah membawa Belinda berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Namun niatnya terbentur kenyataan, membesarkan anak dengan kondisi yang makin lemah tanpa penghasilan memaksa Laksmi mengambil keputusan besar, demi memberikan yang terbaik bagi Belinda dan dirinya.
Time Bomb! (2004)
Durasi : 22 Menit
Sutradara & Penulis : Rizky Ika Syafitri, Nita Meirina, Erik Wirawan
Sinopsis
Apakah kita tahu kalau tingginya tingkat penyebaran virus HIV/AIDS setahun belakangan di Indonesia disebabkan oleh pemakaian jarum suntik secara bersama oleh pengguna NARKOBA yang berusia remaja? Film ini membuat kita berpikir kembali apakah regulasi pemerintah yang melarang penjualan jarum suntik secara bebas adalah sebuah kebijakan yang tepat.
Informasi lebih dan janjut dan reservasi bisa dilakukan via twitter @KalyanaShira dan fan page facebook: Project Change.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




