Maman Wirjawan Siap Berkomitmen Bagi Dunia Tenis

Rabu, 28 November 2012 | 20:58 WIB
CK
B
Penulis: Chandra Kurnia | Editor: B1
Ilustrasi: tenis
Ilustrasi: tenis (ist)
Ketua Umum PB Pelti yang baru Maman Wirjawan bertekad untuk mendedikasikan diri bagi dunia tenis Indonesia.

Wibowo Suseno Wirjawan atau lebih dikenal Maman Wirjawan, yang terpilih sebagai ketua umum baru Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti), menyatakan siap mendedikasikan diri sepenuhnya pada tenis.

"Saya siap 24 jam untuk mengurus tenis," ujar Maman yang ditemui di lapangan tenis Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Rabu (28/11) malam.

Maman yang menggantikan Martina Widjaja untuk kepengurusan periode 2012-2017, menuturkan, langkah pertama yang ia lakukan adalah menginventarisasi permasalahan didalam tubuh Pelti. Ia juga akan melanjutkan program yang telah dirintis Martina selama ini.

"Kebetulan saya ada sedikit pengalaman di manajemen," tambahnya.

Sebagai ketua yang baru terpilih, kakak dari Gita Wirjawan itu baru saja melakukan pertemuan pertama dengan pengurus-pengurus demisioner di kantor Pelti serta menyempatkan diri melakukan kunjungan ke lapangan tenis Gelora Bung Karno Senayan.

"Pertemuan tadi saya minta perkembangan terkini dari kesekretariatan soal dana gimana, nominasi atlet, persiapan SEA Games dan Piala Davis. Pekan depan baru bikin action plan," jelas Maman yang sebelumnya berpengalaman mengurus cabang olahraga basket dan dayung," papar Maman.

"Masalah utamanya itu dana. Untuk mencetak atlet tenis sangat mahal belum lagi kita juga harus meningkatkan kualitas pelatih dan wasit. Tetapi masalah diluar itu juga masih banyak lagi."

Permasalahan sponsor yang selama ini menjadi kendala para petenis, lanjut Maman, akan diatasinya dengan menawarkan program dengan perencanaan jangka panjang.

Selama ini sponsor hanya mau menyumbangkan dana untuk atlet yang berprestasi namun permasalahannya untuk mencetak petenis profesional membutuhkan proses yang panjang terutama lewat touring (pertandingan dari satu turnamen ke turnamen lain di berbagai negara) yang membutuhkan dana besar.

"Sponsor mesti diyakinkan oleh karena itu kita perlu perencanaan jangka panjang. Bagaimana meyakinkannya kita coba kasih program. Nanti biar dievaluasi juga sama sponsor," kata Maman.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon