Tuntutan Zaman, Membuat Kurikulum di Indonesia Harus Diubah
Minggu, 2 Desember 2012 | 02:59 WIB
Disampaikan Menteri Pendidikan Republik Indonesia.
Tututan zaman yang terus berkembang, membuat kurikulum pendidikan pun harus diubah agar peserta didik mampu bersaing di masa depan. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pendidikan Republik Indonesia, Mohammad Nuh saat melakukan Uji Publik Kurikulum 2013 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sabtu (1/12).
"Saat ini zaman kan sudah berubah, maka kompetensi yang diberlakukan untuk pengembangan intelektual siswa pun juga harus berubah karena tantangan yang mereka hadapi tidak akan sama dengan masa sekarang sehingga diharapkan mereka mampu bersaing di masa mendatang," ujar Nuh.
Dia juga mengungkapkan jika perubahan kurikulum tersebut dilakukan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014.
Menteri Pendidikan juga menambahkan urgensi dari perubahan kurikulum tersebut didorong lantaran saat ini merupakan momentum yang harus dimanfaatkan terkait dengan jumlah usia produktif sumber daya manusia di Indonesia yang sedang melimpah.
"Saat ini adalah momentum terbaik dalam mempersiapkan generasi muda karena usia produktif mereka saat ini sedang melimpah," katanya.
Tututan zaman yang terus berkembang, membuat kurikulum pendidikan pun harus diubah agar peserta didik mampu bersaing di masa depan. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pendidikan Republik Indonesia, Mohammad Nuh saat melakukan Uji Publik Kurikulum 2013 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sabtu (1/12).
"Saat ini zaman kan sudah berubah, maka kompetensi yang diberlakukan untuk pengembangan intelektual siswa pun juga harus berubah karena tantangan yang mereka hadapi tidak akan sama dengan masa sekarang sehingga diharapkan mereka mampu bersaing di masa mendatang," ujar Nuh.
Dia juga mengungkapkan jika perubahan kurikulum tersebut dilakukan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014.
Menteri Pendidikan juga menambahkan urgensi dari perubahan kurikulum tersebut didorong lantaran saat ini merupakan momentum yang harus dimanfaatkan terkait dengan jumlah usia produktif sumber daya manusia di Indonesia yang sedang melimpah.
"Saat ini adalah momentum terbaik dalam mempersiapkan generasi muda karena usia produktif mereka saat ini sedang melimpah," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




