Mengunyah Permen Karet Tingkatkan Kewaspadaan Hingga 10 Persen
Senin, 4 Februari 2013 | 11:35 WIB
Meningkatkan kemampuan berpikir dan kewaspadaan hingga 10 persen.
Walau tak semua orang suka melihat orang lain mengunyah permen karet --karena dinilai tidak sopan dan jorok-- namun penelitian terkini mengatakan, mengunyah permen karet baik untuk otak.
Mengunyah permen karet bisa mendorong otak untuk bekerja lebih baik, mendorong kemampuan berpikir dan kewaspadaan hingga 10 persen.
Kesimpulan di atas ditemukan para peneliti asal Jepang yang dipublikasikan dalam jurnal Brain and Cognition. Dalam laporannya, para peneliti mengatakan, saat seseorang mengunyah permen karet, setidaknya ada 8 area otak yang terstimulasi.
Salah satu teori yang mendukung kesimpulan itu mengatakan, kegiatan mengunyah meningkatkan stimulus dan mendorong aliran darah ke otak secara temporer.
Para peneliti menilai tingkat aktivitas otak para relawan saat mengunyah permen karet maupun saat tidak mengunyah.
Selama tes yang berlangsung setengah jam itu, para responden diminta menekan tombol dengan ibu jari kiri maupun kanan untuk merespon arah panah di monitor.
Lelaki dan perempuan yang tidak mengunyah permen karet butuh 545 milidetik untuk bereaksi, sementara yang mengunyah permen karet, rata-rata butuh 493 milidetik. Area otak yang paling aktif saat mengunyah permen karet adalah area yang berfungsi dalam pergerakan dan perhatian.
Profesor Andy Smith dari Cardiff University mengatakan, efek mengunyah permen karet sangat besar. Hasil penelitian Smith dan rekan-rekannya menunjukkan, mengunyah permen karet bisa meningkatkan level stimulasi dan kewaspadaan sebagai tambahan dari kemampuan untuk mendorong kontrol motorik. Dampaknya, bila berulang, hal ini akan membantu meningkatkan performa kognitif.
Walau tak semua orang suka melihat orang lain mengunyah permen karet --karena dinilai tidak sopan dan jorok-- namun penelitian terkini mengatakan, mengunyah permen karet baik untuk otak.
Mengunyah permen karet bisa mendorong otak untuk bekerja lebih baik, mendorong kemampuan berpikir dan kewaspadaan hingga 10 persen.
Kesimpulan di atas ditemukan para peneliti asal Jepang yang dipublikasikan dalam jurnal Brain and Cognition. Dalam laporannya, para peneliti mengatakan, saat seseorang mengunyah permen karet, setidaknya ada 8 area otak yang terstimulasi.
Salah satu teori yang mendukung kesimpulan itu mengatakan, kegiatan mengunyah meningkatkan stimulus dan mendorong aliran darah ke otak secara temporer.
Para peneliti menilai tingkat aktivitas otak para relawan saat mengunyah permen karet maupun saat tidak mengunyah.
Selama tes yang berlangsung setengah jam itu, para responden diminta menekan tombol dengan ibu jari kiri maupun kanan untuk merespon arah panah di monitor.
Lelaki dan perempuan yang tidak mengunyah permen karet butuh 545 milidetik untuk bereaksi, sementara yang mengunyah permen karet, rata-rata butuh 493 milidetik. Area otak yang paling aktif saat mengunyah permen karet adalah area yang berfungsi dalam pergerakan dan perhatian.
Profesor Andy Smith dari Cardiff University mengatakan, efek mengunyah permen karet sangat besar. Hasil penelitian Smith dan rekan-rekannya menunjukkan, mengunyah permen karet bisa meningkatkan level stimulasi dan kewaspadaan sebagai tambahan dari kemampuan untuk mendorong kontrol motorik. Dampaknya, bila berulang, hal ini akan membantu meningkatkan performa kognitif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




