Kadinkes : Bayi Dera Tak Pernah Tinggalkan RS Zahirah
Selasa, 19 Februari 2013 | 16:09 WIB
Dera, tetap berada di rumah sakit sejak lahir pada Minggu (10/2), hingga meninggal dunia Sabtu (16/2).
Jakarta - Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa bayi Dera Nur Anggraini tidak pernah dibawa orang tuanya, Eliyas dan Lisa Darawati ke luar rumah sakit Zahira, untuk mencari tempat perawatan Neonatal Intensive Care Unit (NICU), hingga akhirnya meninggal dunia. Dera, tetap berada di rumah sakit sejak lahir pada Minggu (10/2), hingga meninggal dunia Sabtu (16/2).
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati mengatakan bahwa pihaknya telah memanggil delapan rumah sakit yang ditengarai menolak bayi Dera, untuk menelusuri kasus ini. Yakni RSCM, RS Fatmawati, RSUD Budhi Asih, RS Tria Dipa, RS Harapan Kita, RS Harapan Bunda, RS St. Carolus, dan RS Asri.
"Kami turut berduka cita yang atas wafatnya pasien bayi Dera. Kami tadi rapat dengan pihak dari delapan rumah sakit dan RS Zahirah. Dari keterangan yang saya dapat langsung, mereka menyatakan tidak menolak pasien," kata Dien dalam jumpa pers di Kantor Dinas Kesehatan DKI, Jakarta, Selasa (19/2).
Pada kesempatan itu Dien turut menjelaskan bahwa bayi Dera lahir dalam kondisi lemah dan butuh alat khusus, yaitu Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Sayangnya, RS Zairah tidak memiliki peralatan NICU tersebut. Kemudian, RS Zahiran menelepon ke-delapan rumah sakit tersebut untuk mencari ruangan NICU. Hasilnya, dari delapan RS tersebut, adanya yang menyatakan tidak memiliki, juga menyatakan ruangannya penuh.
"Jadi kami ingin tegaskan, bayi Dera tidak pernah meninggalkan RS Zahirah. Itu harus 'clear'. Dia tidak pernah dibawa ke mana-ke mana. Hanya orangtuanya yang mencari di delapan RS tersebut," tuturnya.
Hal senada juga dilontarkan Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Upaya Kesehatan (BUK) Kementerian Kesehatan Akmal Taher. Menurutnya, dunia kedokteran tidak dapat menjamin bayi seperti Dera, yang lahir dengan berat badan 1.000 gram akan tertolong dengan baik. Sehingga memerlukan tempat NICU untuk membantu kesehatan mereka.
"Untuk klarifikasi, kami panggil semua RS yang coba didatangi orangtua Dera. Kami klarifikasi berapa berat badannya, keadaan RS ada NICU atau tidak. Hasilnya, memang ada RS yang punya tapi penuh dan ada yang tidak punya," jelas Akmal.
"Keadaan bayi ini memerlukan tempat NICU. Bagaimana pun kami sedapat mungkin membantu. Nggak banyak memang di dunia kedokteran yang bisa menjamin bayi itu bisa tertolong dengan baik. Dalam kasus ini RS Zahirah telah berusaha mencarikan RS. Dan kami sudah tanyakan ke-delapan RS ini, tidak ada satu pun yang meminta uang muka dari orangtua Dera. Saya kira itu clear di sini," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




