ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Catat! Ini Akses Alternatif Hindari Macet di Jalur Gentong

Sabtu, 25 Maret 2023 | 21:28 WIB
RS
FH
Penulis: Rifki Saebani | Editor: FER
Antrean kendaraan pemudik melintas di Jalur Selatan Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (7/6/2019). Memasuki H+2 Lebaran arus balik di jalur selatan menuju Bandung dan Jakarta terpantau padat.
Antrean kendaraan pemudik melintas di Jalur Selatan Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (7/6/2019). Memasuki H+2 Lebaran arus balik di jalur selatan menuju Bandung dan Jakarta terpantau padat. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Tasikmalaya, Beritasatu.com - Kawasan Gentong yang berlokasi di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya menjadi salah satu lokasi akan dilalui oleh para pemudik Lebaran 2023 jika melintasi jalur selatan Jawa Barat.

Jalur Gentong yang merupakan penghubung antara Bandung-Tasikmalaya, dikenal memiliki akses jalan yang berliku serta tanjakan atau turunan yang curam.

Berkaca di tahun-tahun sebelumnya, jalur Gentong ini biasanya sering terjadi kemacetan pada momen mudik lebaran, akibat gangguan kendaraan bermuatan berat yang gagal menanjak, ataupun kecelakaan lalu lintas.

ADVERTISEMENT
Jalur selatan lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Jalur selatan lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Potensi kemacetan di jalur Gentong ini sebenarnya bisa dihindari dengan melewati jalur alternatif atau jalur tikus dengan melintasi jalan pedesaan dari Kecamatan Kadipaten hingga keluar di Wilayah Pasirhuni, Kecamatan Ciawi tanpa harus melewati jalur Gentong.

"Ada jalur tikus untuk menghindari kemacetan Gentong, kalau dari arah Bandung nanti belok ke kanan arah Polsek Kadipaten sebelum turunan curam jalur utama," ujar Rahmat (27), salah seorang warga, Sabtu (25/3/2023).

Meski sebagian terdapat jalan rusak, namun kontur jalan tikus itu, kata Rahmat, secara keseluruhan kondisinya cukup aman untuk dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, hanya saja jarak tempuhnya lebih jauh.

Jika dikalkulasikan, waktu tempuh dari Kecamatan Kadipaten menuju Kecamatan Ciawi melewati jalur tikus tanpa melewati jalur Gentong akan memakan waktu 30 menit dibandingkan melewati jalur utama yang hanya berkisar jarak tempuh sekitar 15 menit.

Kemudian, jalur tikus ini juga memiliki tanjakan atau turunan sehingga para pengendara harus tetap berhati-hati jika melewati jalur alternatif tersebut.

"Kalau jalannya cukup bagus meski sebagian ada yang rusak juga, namun agak lebih jauh ketimbang jalur utama karena jalannya muter sekitar 30 menit. Turunan dan tanjakan tetap ada," paparnya.

Selain itu, dimensi jalan tikus ini juga tidak begitu lebar serta gelap jika dilalui pengendara pada malam hari akibat minimnya lampu penerangan jalan.

"Lebarnya cukup buat mobil juga masuk, kalau malam memang gelap karena kurang lampu penerangan. Soalnya kan lewat area perkebunan," ungkapnya.

Rahmat menambahkan, pada saat momen larangan mudik akibat covid-19 tahun lalu, banyak pemudik yang nekat melewati jalur tikus ini karena para petugas telah melakukan penyekatan dan penghadangan di area jalur Gantong.

"Waktu zaman larangan mudik ada yang lewat sini. Kebetulan warga disini juga jadi penunjuk jalan dan dibayar seikhlasnya," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Lalu Lintas Gentong Padat Malam Ini, Polisi Lakukan Penguraian

Lalu Lintas Gentong Padat Malam Ini, Polisi Lakukan Penguraian

JAWA BARAT
Arus Balik Lebaran, Jalur Gentong Tasikmalaya Padat Merayap

Arus Balik Lebaran, Jalur Gentong Tasikmalaya Padat Merayap

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon