Unisba Kesulitan Amati Hilal Awal Ramadan karena Awan Tebal
Minggu, 10 Maret 2024 | 18:11 WIB
Bandung, Beritasatu.com - Observatorium Albiruni Fakultas Syariah Universitas Islam Bandung (Unisba) mengalami kesulitan dalam memantau hilal awal Ramadan 1445 Hijriah pada Minggu (10/3/2024) karena awan yang cukup tebal.
Menjelang Ramadhan 1445 Hijriah, Observatorium Abiruni melakukan persiapan pemantauan hilal dengan menggunakan metode rukyat pada Minggu (10/3/2024) sore.
Petugas pengamatan masih kesulitan melakukan pemantauan hilal, karena tertutup awan yang cukup tebal.
Kepala Observatorium Albiruni Fakultas Syariah Unisba, Encep Abdul Rojak mengatakan pemantauan hilal hari ini dilakukan menggunakan metode rukyat.
"Metodenya tentu kita menggunakan hisab rukyat. Ini dilakukan untuk menentukan posisi hilal. Saat ini posisi hilal berada di selatan matahari," ujar Encep Abdul Rojak.
Encep menambahkan, pengamatan sendiri posisi hilal berada di selatan matahari. Sementara posisi matahari berada di selatan garis barat.
"Pengamatan hilal kita menggunakan teropong digital, kita juga dilengkapi dengan CCB yang langsung ke laptop untuk pemantauan hilal," katanya Encep lagi.
Rencananya, pemantuan hilal akan dilaksanakan mulai pukul 18.15 WIB. Pemantauan hilal ini sendiri dihadiri Kementerian Agama Jawa Barat dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




