ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Viral Video Warga Papua Disiksa Pria Berpakaian Loreng, Ini Respons TNI

Jumat, 22 Maret 2024 | 13:37 WIB
SP
SL
Penulis: Sevianto Pakiding | Editor: LES
Video virl aksi kekerasan terhadap warga Papua.
Video virl aksi kekerasan terhadap warga Papua. (Istimewa/Istimewa)

Timika, Beritasatu.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) perwakilan Papua tengah mendalami rekaman video viral aksi kekerasan terhadap warga Papua oleh sejumlah orang yang berpakaian loreng mirip militer Indonesia.

Kepala Kantor Komnas HAM perwakilan Papua Frits Ramandey mengatakan, pihaknya telah menyaksikan video aksi kekerasan tersebut yang beredar dan menjadi viral di media sosial.

"Iya, kami masih melakukan pendalaman kejadian ini," kata Ramandey singkat dikonfirmasi Beritasatu.com dari Timika, Jumat (22/3/2024).

Dari rekaman video berdurasi pendek, tampak seorang warga Papua direndam dalam sebuah drum dan disiksa sejumlah pria. Seseorang bahkan menusuk pisau sangkur di bagian belakang tubuh warga Papua itu berulang kali.

ADVERTISEMENT

Hingga kini belum dipastikan lokasi peristiwa kekerasan itu terjadi. Video itu baru mulai beredar sejak Kamis (21/3/2024) malam. Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom termasuk di antara mereka yang menyebar video tersebut.

Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel Czi Gusti Nyoman Suriastawa mengaku telah melakukan pengecekan ke seluruh jajaran satuan TNI yang bertugas di Papua. Namun jejak peristiwa kekerasan itu tidak ditemukan.

"Saya cek ke lapangan tidak ada info tentang kejadian ini," ujarnya.

Sementara itu Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan menegaskan, institusinya akan bertindak tegas terhadap pelaku penyiksaan apabila benar merupakan oknum prajurit TNI.

"Apabila benar, prajurit tersebut akan ditindak tegas dan diproses secara hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Karena TNI seperti lembaga atau institusi lainnya yang juga menjunjung tinggi hukum dan HAM," katanya.

Dia juga menampik tuduhan bahwa para pelaku merupakan pasukan TNI non-organik dari Satuan Yonif Raider 300/Brawijaya, Kodam III/Siliwangi. Peristiwa disinyalir terjadi di sekitar Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya.

Menurut Candra, selama bertugas di Ilaga, Kabupaten Puncak, hubungan prajurit TNI dengan masyarakat terjalin baik dan harmonis. Tidak pernah ada keluhan perilaku kekerasan oleh prajurit TNI terhadap masyarakat. 

"Justru masyarakat sangat senang dengan kehadiran Satgas Yonif 300/R dan diberi kehormatan oleh Suku Dani dengan gelar Kogoya dari kepala suku besar Kabupaten Puncak di Gome," tutur Candra.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Keluarga Pingsan Lihat Jenazah Perantau Asal Gowa yang Dibunuh KKB

Keluarga Pingsan Lihat Jenazah Perantau Asal Gowa yang Dibunuh KKB

SULAWESI SELATAN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon