Pesepeda Harus Gunakan Lajur Kiri atau Jalur Khusus
Minggu, 30 Mei 2021 | 16:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerhati masalah transportasi Budiyanto menegaskan pesepada harus menggunakan lajur paling kiri atau jalur khusus sepeda yang disediakan.
"Seharusnya, para pesepeda tetap berada di lajur kiri dan apabila akan terjadi crossing dengan bus angkutan umum, demi keamanan dan keselamatan sebaiknya berhenti sejenak menunggu situasi betul-betul aman untuk melanjutkan bersepeda," kata Budiyanto, Minggu (30/5/2021).
Dia menanggapi foto viral para pesepeda yang mengambil jalan tengah, bahkan hampir memenuhi atau menguasai jalan raya dengan alasan menghindari bus yang menyeberang ke underpass Dukuh Atas.
"Dari tata cara berlalu lintas, saya kira tidak dibenarkan karena tidak memberikan ruang cukup bagi kendaraan lain yang akan melewati secara bersamaan. Dan, situasi ini sangat membahayakan dari aspek keamanan dan keselamatan serta berpotensi terjadinya kecelakaan lalu lintas," bebernya.
Budiyanto menambahkan, mengambil jalur yang diperuntukkan untuk pengguna jalan lain dan tidak sesuai dengan peraturan, jelas menyalahi aturan.
"Lajur kanan hanya diperbolehkan untuk kendaraan yang akan mendahului, akan berputar arah atau ada perintah dari petugas karena situasi macet atau keadaan tertentu," tuturnya.
Terkait hak ini, kata dia, sudah diatur dalam Pasal 122 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang mengatur pengendara kendaraan tidak bermotor dilarang menggunakan jalur jalan kendaraan bermotor, jika telah disediakan jalur khusus bagi kendaraan tidak bermotor.
Menurutnya, apabila melihat bus angkutan umum yang menggunakan jalur khusus (Transjakarta), pengguna jalan lain, wajib memberikan kesempatan kendaraan tersebut untuk melewati dengan catatan bahwa pengemudi bus harus tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda. Sesuai Pasal 106 ayat (2) UU Nomor 22 Tahun 2009.
"Setiap warga negara memiliki hak untuk menggunakan jalan, namun punya kewajiban juga untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku dan rambu-rambu serta perintah petugas. Abai terhadap peraturan akan berpotensi menimbulkan permasalahan lalu lintas bahkan kecelakaan dan dapat menimbulkan ketersinggungan, kemarahan dan perbuatan melanggar hukum lainnya," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




