Data: Indonesia Salah Satu Penghasil Sampah Makanan Terbesar
Kamis, 20 Januari 2022 | 17:01 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Berdasarkan data dari The Economist Intelligence tercatat Indonesia merupakan salah satu negara penghasil sampah makanan (food loss and waste) terbesar di dunia, selain Arab Saudi dan Amerika Serikat.
Catatan tersebut juga didukung dari hasil kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dengan sejumlah lembaga mengenai hasil studi komprehensif terkait food loss & waste di Indonesia pada 2021. Menurut kajian tersebut, sampah makanan yang terbuang di Indonesia sejak tahun 2000 hingga 2019 mencapai 23-48 juta ton per tahun atau setara 115-184 kilogram per kapita per tahun.
Dalam kajian juga menunjukkan timbulan food loss & waste di Indonesia didominasi oleh jenis padi-padian (beras, jagung, gandum, dan produk terkait), adapun jenis pangan yang prosesnya paling tidak efisien adalah sayur-sayuran, di mana kehilangannya mencapai 62,8% dari seluruh suplai domestik sayur-sayuran yang ada di Indonesia.
Sementara itu, berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2020, komposisi sampah nasional paling tinggi disumbang oleh sampah rumah tangga. Berturut-turut selanjutnya sampah dari pasar tradisional, sampah kawasan, sampah lainnya, sampah perniagaan, sampah dari fasilitas publik, dan sampah perkantoran.
Besarnya intensitas makanan yang terbuang menjadi sampah tentu berdampak terhadap beberapa sektor seperti ekonomi, sosial, dan lingkungan. Akibat sampah makanan ini negara setidaknya mengalami kerugian ekonomi yang mencapai Rp. 213-551 triliun per tahun atau setara dengan 4-5% PDB Indonesia.
Baca Juga: Tanpa Intervensi, Sampah Makanan Bisa Capai 112 Juta Ton Per Tahun
Sedangkan dari sisi sosial, berdampak dengan kehilangannya kandungan energi yang setara dengan porsi makan 61-125 juta penduduk atau 29-47% dari populasi Indonesia. Adapun terhadap lingkungan, limbah makanan tersebut akan semakin menambah akumulasi gas rumah kaca di atmosfer. Hal ini dikarenakan sampah organik atau sampah makanan yang terbuang di tanah menyumbang 50-55% gas metana dan 40-45% gas CO2 yang berdampak pada pemanasan global.
Masalah sampah makanan yang besar di Indonesia di sisi lain menjadi sebuah ironi. Berdasarkan data dari Global Hunger Index 2021, tingkat kelaparan Indonesia berada di peringkat ketiga di Asia Tenggara. Dalam data tersebut, Indonesia mendapatkan skor indeks sebesar 18 poin atau termasuk dalam level moderat. Skor tersebut masih berada di atas rata-rata global yang sebesar 17,9 poin.
Oleh karena itu, untuk meminimalisir pembuangan sampah makanan dapat dilakukan dengan cara memasak atau membeli produk makanan sesuai dengan porsi makan per individu atau keluarga agar tidak ada makanan yang terbuang sia-sia. Mengolah kembali makanan yang masih layak juga dapat mengurangi kemungkinan dihasilkannya sampah makanan.
Baca Juga: Sampah Makanan di Indonesia Picu Hilangnya PDB Rp 551 Triliun Per Tahun
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




