ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pasar Kendaraan Niaga Tertekan Akibat Proyek Lesu

Rabu, 30 Juli 2025 | 08:08 WIB
AS
H
Penulis: Addin Anugrah Siwi | Editor: HE
Booth Hino di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, 24 Juli-3 Agustus 2025.
Booth Hino di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, 24 Juli-3 Agustus 2025. (Beritasatu.com/Herman)

Tangerang, Beritasatu.com - Penjualan kendaraan niaga, khususnya truk ringan hingga berat, mengalami tekanan sepanjang semester I 2025. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat adanya penurunan signifikan pada kategori truk dengan gross vehicle weight (GVW) 5-10 ton, yakni dari 20.891 unit pada Januari–Juni 2024 menjadi 17.891 unit pada periode yang sama tahun ini.

Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara menjelaskan melemahnya penjualan kendaraan niaga sangat dipengaruhi oleh melambatnya proyek infrastruktur dan sektor komoditas yang belum pulih.

“Biasanya kendaraan komersial itu tergantung dari proyek-proyek yang ada. Kalau ekonominya bangkit, komoditi naik, tambang naik, itu biasanya ikut bergulir. Nah, ini kan sedang sulit ya,” ujarnya saat ditemui Beritasatu.com di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Selasa (29/7/2025).

ADVERTISEMENT

Kinerja penjualan sejumlah merek besar turut mencerminkan tren penurunan. Mitsubishi Fuso, salah satu pemain utama di segmen truk, mencatat penurunan penjualan retail dari 13.032 unit pada semester I 2024 menjadi 11.640 unit pada periode yang sama tahun ini. UD Trucks juga turun dari 816 unit menjadi 764 unit. Sementara Isuzu mengalami koreksi dari 13.940 unit menjadi 11.294 unit.

Menurut Gaikindo, sektor kendaraan komersial sangat sensitif terhadap dinamika ekonomi nasional. Saat belanja proyek pemerintah maupun swasta menurun, permintaan truk sebagai kendaraan pengangkut barang ikut melemah.

Kukuh menekankan perlunya kebijakan pemerintah yang pro-investor dan berjangka panjang agar pasar kendaraan niaga kembali bergairah.

“Yang kita singgung adalah kebijakan yang kemudian pro-investor, memberikan jaminan jangka panjang bahwa kebijakan itu sustain ya, untuk jangka panjang. Karena mobil itu enggak cukup 5–10 tahun, kita perlu kebijakan yang bisa bertahan sampai 20–30 tahun,” kata Kukuh.

Meski demikian, Kukuh optimistis masih ada peluang pemulihan pada paruh kedua 2025. Ia menilai rebound dapat terjadi apabila aktivitas proyek kembali bergerak dan sektor komoditas, termasuk pertambangan, menunjukkan tanda-tanda pulih.

Data penjualan kendaraan niaga semester I 2024–2025:

  •    Pickup GVW <5 Ton
       2024: 50.709 unit | 2025: 47.325 unit
  •    Truk GVW 5–10 Ton
       2024: 20.891 unit | 2025: 17.891 unit
  •    Truk GVW 10–24 Ton
       2024: 2.068 unit | 2025: 2.002 unit
  •    Truk GVW >24 Ton
       2024: 7.551 unit | 2025: 8.087 unit

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kendaraan Niaga Dinilai Picu Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Kendaraan Niaga Dinilai Picu Pertumbuhan Ekonomi Nasional

EKONOMI
KTB Serahkan Donasi Mitsubishi Fuso Fighter kepada SMK Negeri 3 Mataram

KTB Serahkan Donasi Mitsubishi Fuso Fighter kepada SMK Negeri 3 Mataram

OTOTEKNO
Mitsubishi Fuso Kembali Raih Top Brand 100 Award, Merek Kendaraan Niaga Andalan dengan Pangsa Pasar 39,9%

Mitsubishi Fuso Kembali Raih Top Brand 100 Award, Merek Kendaraan Niaga Andalan dengan Pangsa Pasar 39,9%

OTOTEKNO
Pasar Truk Heavy Duty Melemah, UD Trucks Ungkap Faktanya

Pasar Truk Heavy Duty Melemah, UD Trucks Ungkap Faktanya

OTOTEKNO
Isuzu Kuasai Pasar Komersial 2025: Efisiensi BBM Jadi Senjata Utama

Isuzu Kuasai Pasar Komersial 2025: Efisiensi BBM Jadi Senjata Utama

OTOTEKNO
Gaikindo Ungkap Penyebab Penjualan Kendaraan Komersial Lesu

Gaikindo Ungkap Penyebab Penjualan Kendaraan Komersial Lesu

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon