Gerhana Matahari Cincin Februari 2026, Cek Jadwal hingga Lokasinya
Rabu, 4 Februari 2026 | 14:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Fenomena astronomi berupa gerhana matahari cincin akan menghiasi langit pada Februari 2026. Peristiwa ini selalu menarik perhatian karena menampilkan matahari yang tampak seperti cincin bercahaya.
Agar tidak terlewat, penting bagi masyarakat untuk mengetahui pengertian, jadwal, hingga lokasi yang dapat mengamati gerhana matahari cincin secara aman dan tepat.
Proses Terjadinya Gerhana Matahari Cincin
Gerhana matahari cincin terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi berada pada satu garis lurus. Dalam kondisi ini, bulan berada di antara matahari dan bumi, tetapi ukuran piringan bulan yang terlihat dari bumi lebih kecil dibandingkan piringan matahari.
Akibatnya, bulan tidak mampu menutup seluruh permukaan matahari. Secara ilmiah, gerhana matahari terjadi saat posisi bulan menghalangi cahaya matahari, baik sebagian maupun seluruhnya.
Meski bulan memiliki ukuran fisik yang lebih kecil daripada matahari, jaraknya yang jauh lebih dekat ke bumi membuat bayangannya mampu menutup cahaya matahari.
Rata-rata jarak bulan ke bumi sekitar 384.400 kilometer, sedangkan jarak matahari ke bumi mencapai kurang lebih 149.680.000 kilometer.
Pada gerhana matahari cincin, saat fase puncak berlangsung, bagian tengah matahari tampak gelap karena tertutup bulan.
Sementara itu, bagian tepinya tetap bersinar terang dan membentuk lingkaran cahaya menyerupai cincin. Inilah yang menjadi ciri khas utama dari gerhana matahari cincin.
Gerhana matahari cincin atau annular solar eclipse terjadi ketika piringan bulan hanya menutupi sebagian piringan matahari.
Kondisi ini muncul karena bulan berada pada jarak yang relatif lebih jauh dari bumi, sehingga tampak lebih kecil saat dilihat dari permukaan bumi.
Dalam situasi tersebut, piringan bulan berada tepat di depan matahari, tetapi tidak menutup seluruh cahayanya. Bagian matahari yang tidak tertutupi berada di sekeliling piringan bulan dan tampak jelas sebagai cincin bercahaya.
Transisi dari fase sebagian menuju fase cincin, lalu kembali ke fase sebagian, berlangsung secara bertahap dan dapat diamati selama beberapa jam di wilayah tertentu.
Kapan Gerhana Matahari Cincin 2026 Terjadi?
Gerhana matahari cincin pada tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada Selasa (17/2/2026). Berdasarkan perhitungan astronomi, rangkaian fase gerhana diperkirakan terjadi dengan waktu sebagai berikut:
- Fase gerhana matahari sebagian dimulai sekitar pukul 09.56 UTC atau 16.56 WIB.
- Fase cincin (annularity) dimulai sekitar pukul 11.42 UTC atau 18.42 WIB.
- Puncak gerhana terjadi sekitar pukul 12.12 UTC atau 19.12 WIB.
- Fase cincin berakhir sekitar pukul 12.41 UTC atau 19.41 WIB.
- Fase gerhana matahari sebagian berakhir sekitar pukul 14.27 UTC atau 21.27 WIB.
Dengan demikian, fase utama gerhana matahari cincin pada 17 Februari 2026 berlangsung selama beberapa menit, sementara keseluruhan proses gerhana dapat diamati lebih lama sejak fase sebagian dimulai hingga berakhir.
Lokasi untuk Menyaksikan Gerhana Matahari Cincin
Jalur utama gerhana matahari cincin 2026 berada di wilayah Antartika. Kawasan ini menjadi lokasi terbaik untuk menyaksikan fase cincin secara langsung karena berada tepat di lintasan utama bayangan bulan.
Selain itu, gerhana matahari sebagian dapat diamati di berbagai wilayah lain di belahan bumi selatan. Wilayah tersebut meliputi Afrika bagian selatan, Amerika Selatan bagian selatan, serta pulau-pulau di Samudra Atlantik dan Samudra Hindia.
Beberapa negara dan kawasan seperti Madagaskar, Mauritius, dan Seychelles juga berpeluang menyaksikan fase gerhana sebagian.
Pada sisi lain, Indonesia tidak termasuk wilayah yang dilintasi bayangan Bulan pada peristiwa ini. Oleh karena itu, masyarakat di Indonesia tidak dapat menyaksikan gerhana matahari cincin maupun gerhana matahari sebagian pada 17 Februari 2026.
Cara Aman Melihat Gerhana Matahari Cincin
Mengamati gerhana matahari cincin harus dilakukan dengan cara yang aman. Melihat matahari secara langsung dengan mata telanjang, baik saat gerhana maupun tidak, sangat berbahaya karena dapat merusak retina mata secara permanen dan berisiko menyebabkan kebutaan.
Untuk itu, pengamatan gerhana matahari harus menggunakan pelindung mata khusus, seperti kacamata gerhana yang dirancang untuk menyaring radiasi berbahaya.
BACA JUGA
Fenomena Gerhana Bulan Total
Metode pengamatan tidak langsung juga dapat digunakan sebagai alternatif yang lebih aman. Perlu diingat, kacamata hitam biasa atau sunglasses tidak cukup aman karena tidak mampu menyaring radiasi inframerah yang dapat merusak mata.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
AS-Israel Serang Fasilitas Petrokimia Iran
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Prabowo Sambut 3 Jenazah Prajurit TNI di Bandara Soekarno-Hatta




