Mercedes-Benz Kembangkan Platform Mobil Listrik Baru Bersama Geely
Senin, 9 Maret 2026 | 19:57 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Mercedes-Benz dilaporkan tengah mengembangkan platform kendaraan listrik (electric vehicle/EV) baru di China dengan memanfaatkan arsitektur kelistrikan milik produsen otomotif China, Geely.
Carnewschina pada Senin (9/3/2026) menyebutkan, informasi tersebut pertama kali diungkap media China, 36Kr, yang mengatakan proyek ini menandai langkah strategis baru bagi produsen mobil mewah asal Jerman tersebut dalam pengembangan kendaraan listrik global.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah lebih dari 130 tahun Mercedes-Benz, perusahaan menyerahkan tanggung jawab pengembangan platform kendaraan baru kepada pusat riset dan pengembangan (R&D) di luar Jerman. Pusat R&D Mercedes-Benz di China akan berperan sebagai markas global untuk pengembangan kendaraan kompak.
Sementara itu, fasilitas pengembangan di Jerman akan tetap berfokus pada pengembangan kendaraan ukuran menengah hingga besar.
Menurut sumber industri yang dikutip 36Kr, Mercedes-Benz sedang mengembangkan platform baru dengan nama kode “Phoenix”. Platform tersebut akan digunakan untuk memproduksi kendaraan listrik kelas kompak yang akan dipasarkan secara global.
Platform Phoenix dirancang menggantikan platform MMA yang saat ini digunakan Mercedes-Benz. Model yang kemungkinan menggunakan platform tersebut, antara lain A-Class, B-Class, GLA, GLB, dan CLA generasi berikutnya.
Dalam pengembangannya, platform ini akan mengadopsi arsitektur elektronik dan kelistrikan (electrical and electronic architecture/EEA) milik Geely yang dikenal dengan nama GEEA.
Arsitektur tersebut menjadi fondasi penting bagi kendaraan pintar modern karena mendukung berbagai teknologi seperti sistem bantuan pengemudi canggih dan kokpit digital yang terhubung.
Sejumlah sumber menyebut Mercedes-Benz saat ini sedang melakukan tahap verifikasi konsep menggunakan arsitektur GEEA 4.0 milik Geely, yang dirancang untuk kendaraan listrik maupun kendaraan bermesin konvensional.
Sebelumnya, arsitektur GEEA 3.0 telah digunakan pada model Galaxy E5 milik Geely sejak 2024 dan tercatat telah mendukung produksi lebih dari satu juta kendaraan.
Laporan tersebut juga menyebut manajemen Mercedes-Benz telah beberapa kali mengunjungi pusat penelitian dan pengembangan Geely di Hangzhou Bay sejak akhir Januari untuk membahas kerja sama teknologi, khususnya di bidang arsitektur elektronik kendaraan.
Keputusan Mercedes-Benz menggandeng Geely diduga juga berkaitan dengan upaya menekan biaya produksi kendaraan listrik.
Sumber internal perusahaan menyebut dalam dua tahun terakhir Mercedes-Benz mempelajari berbagai inovasi efisiensi biaya yang diterapkan industri otomotif China.
Bahkan, para insinyur Mercedes-Benz dilaporkan melakukan studi pembongkaran terhadap mobil listrik Zeekr 001 milik Geely untuk menganalisis teknologi dan struktur biaya kendaraan tersebut.
Hasil studi menunjukkan kendaraan listrik China mampu menghadirkan teknologi canggih dengan biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan model sekelas dari produsen global.
Kolaborasi ini mencerminkan tren baru dalam industri otomotif global, di mana produsen mobil Barat mulai memanfaatkan teknologi kendaraan listrik yang dikembangkan perusahaan otomotif China.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PSEL di Makassar Dipercepat untuk Atasi Praktik Open Dumping
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Situasi Lebanon Memanas, KSAD Maruli: Prajurit TNI Sudah Paham SOP!




