Ketum PSSI Minta Liga dan Klub Miliki Standar Operasional Seragam
Senin, 26 Juni 2023 | 13:35 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, mengimbau semua klub dan liga sepak bola untuk memiliki standar operasional yang seragam.
Erick menyatakan bahwa standar operasional tersebut bertujuan untuk memajukan sepak bola Indonesia. Menurutnya, standar tersebut dapat memperkuat pemain dan meningkatkan profesionalisme dalam pertandingan.
"Kini, saya berharap agar liga dan klub dapat mengambil langkah tegas dalam hal ini. Hingga saat ini, saya belum menandatangani rincian operasional liga," ujar Erick setelah melakukan audiensi di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta, Senin (26/6/2023).
Erick menyampaikan tiga poin utama yang harus dimasukkan ke dalam standar operasional liga dan klub. Pertama, Liga 1 dan Liga 2 harus memasukkan pemain U-23 dan U-21 secara wajib.
Kedua, para pelatih yang ada di Liga 1 dan Liga 2 harus menandatangani komitmen untuk memanggil pemain ke Tim Nasional (Timnas) sesuai dengan kesepakatan antara PSSI dan liga.
"Kita tidak ingin liga berkualitas tinggi, tetapi Timnas mengalami penurunan. Oleh karena itu, tanda tangan itu harus ada, sehingga jika ada pelatih yang tidak memiliki komitmen terhadap masa depan sepak bola Indonesia dan hanya mencari nafkah semata, maka tidak perlu lagi berada di sini," kata Erick.
Lebih lanjut, Erick juga meminta adanya sistem keamanan dan perlindungan (safety and security) yang sama untuk pertandingan antar klub maupun liga.
Menurut Erick, FIFA berencana membantu merumuskan standar operasional yang tinggi agar dapat diterapkan di Indonesia.
"Tentu saja, apa yang telah saya sepakati dengan pihak kepolisian akan kita jaga, dan tentu saja, bukti yang nyata dari pertandingan antara Palestina dan Argentina menunjukkan bahwa standar ini dapat diterapkan di liga dan klub," ujarnya.
Sementara itu, terkait jumlah penonton di liga, Erick mengungkapkan bahwa saat ini FIFA masih menerapkan batasan 50 persen dari total kapasitas stadion.
Namun, angka tersebut dapat berubah jika Indonesia dapat meyakinkan FIFA bahwa keselamatan penonton sepak bola dijamin mulai dari saat pertandingan hingga mereka meninggalkan area stadion.
"Mungkin ke depannya, jika kita dapat menunjukkan keteraturan, FIFA bisa melonggarkan kesepakatan yang telah ada," kata Erick.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




