Bus Persik Dilempar Batu, Polisi dan Panpel Arema Evaluasi Pengamanan
Senin, 12 Mei 2025 | 08:58 WIB
Malang, Beritasatu.com - Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC dan aparat kepolisian Polres Malang akan melakukan evaluasi pengamanan setelah bus pemain Persik Kediri dilempar batu oleh suporter Arema FC setelah pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Minggu (11/5/2025) petang. Evaluasi dilakukan untuk memperkuat sistem pengamanan pada laga berikutnya.
Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Ia menyesalkan kejadian yang mencoreng semangat sportivitas setelah atmosfer pertandingan berjalan aman dan tertib.
Ia menegaskan, pihak panpel telah melakukan berbagai upaya antisipatif bersama pihak keamanan dan Aremania Utas untuk memastikan pengamanan tim tamu.
Baca Juga: Seusai Bungkam Arema, Bus Pemain Persik Dilempar Batu hingga Pecah
“Kami sangat menyesalkan dan meminta maaf sebesar-besarnya kepada tim Persik Kediri atas kejadian yang tidak terpuji ini,” kata Erwin kepada wartawan terkait insiden bus Persik dilempar batu, Minggu (11/5/2025) malam.
Erwin menegaskan, pihak panpel telah melakukan berbagai upaya antisipatif bersama pihak keamanan dan Aremania Utas untuk memastikan pengamanan tim tamu.
Security Officer Arema FC Bram Hady Sulthon mengungkapkan, pengawalan telah dilakukan terhadap bus Persik hingga ke luar stadion. Namun aksi pelemparan terjadi di luar pengawasan dan diduga dilakukan oleh oknum suporter.
“Kami sudah berupaya maksimal. Namun, ada oknum yang melakukan tindakan tidak bertanggung jawab di luar kendali kami,” jelas Bram.
Panpel Arema FC bersama pihak kepolisian dan elemen suporter kini melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperkuat sistem pengamanan pada laga-laga berikutnya. Salah satu fokusnya adalah memperketat pengawasan di jalur luar stadion serta meningkatkan edukasi terhadap suporter.
“Kami akan terus menyosialisasikan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dan fair play, baik di dalam maupun luar stadion, apa pun hasil pertandingannya,” ujar Erwin.
Baca Juga: Bus Persik Dilempar Batu, Pemain Dikawal Ketat Saat Pulang ke Kediri
Sementara, Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno menegaskan bahwa pengamanan pertandingan Arema FC vs Persik Kediri secara keseluruhan telah berjalan baik dan tertib. Seluruh rangkaian laga, mulai dari sebelum hingga setelah pertandingan, berlangsung kondusif di dalam stadion.
“Pola pengamanan telah dilaksanakan sesuai rencana, hasil koordinasi dengan panpel dan stakeholder terkait. Namun, insiden pelemparan bus terjadi di luar area stadion, yakni di ruas jalan saat bus meninggalkan lokasi,” ungkapnya.
Danang mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti kejadian tersebut. Proses identifikasi dan pengejaran terhadap pelaku pun saat ini sedang berlangsung.
Baca Juga: Arema FC vs Persik: Macan Putih Akhiri 13 Laga Tanpa Menang
Aparat kepolisian telah mendalami rekaman CCTV dan keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian.
“Kami langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku. Kami pastikan proses hukum akan ditegakkan terhadap siapa pun yang terlibat dalam tindakan tersebut,” tegasnya.
Diketahui, bus yang mengangkut tim Persik Kediri dilempar batu saat menuju hotel tempat menginap. Batu dilemparkan oleh oknum tak dikenal dari pinggir jalan. Akibat kejadian ini pelatih Persik Divaldo Alves dan asisten pelatih Antonio mengalami luka ringan di bagian kepala terkena pecahan kaca bus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




