Pelatih PSM Curhat Gaji Pemain dan Staf Belum Dibayar 5 Bulan
Minggu, 21 September 2025 | 06:19 WIB
Parepare, Beritasatu.com - Suasana di Stadion Gelora BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, seharusnya dipenuhi antusiasme jelang laga besar antara PSM Makassar dan Persija Jakarta. Namun, di balik riuh persiapan, tersimpan keresahan mendalam yang diungkapkan langsung oleh sang nahkoda, Bernardo Tavares.
Di hadapan media jelang latihan, pelatih asal Portugal itu secara gamblang membuka "borok" internal yang sudah lama membelit timnya. Bukan soal taktik atau strategi, melainkan masalah nonteknis yang fundamental, yakni keterlambatan gaji dan bonus. Pelatih asal Portugal itu menyebut, para pemain dan staf, termasuk dirinya, telah menanti hak mereka selama lima bulan.
"Sampai saya pun di sini hampir lima bulan belum mendapatkan pembayaran gaji. Jadi bagaimana kita bisa fokus di tengah kondisi ini. Saya jauh dari keluarga dan banyak juga staf, pemain jauh dari keluarga mereka. Kadang-kadang ada saya dengar mereka kesulitan membeli bahan atau pangan yang mereka harus gunakan di dapur mereka," ungkapnya dengan nada prihatin, Sabtu (20/9/2025).
Keluhan Tavares ini bak pukulan telak yang memperlihatkan realitas pahit di balik gemerlap kompetisi sepak bola. Para pemain yang seharusnya berkonsentrasi penuh untuk laga krusial justru harus memikirkan masalah finansial yang membelit.
"Ini musim keempat saya di PSM Makassar, sejak musim pertama kita selalu mendapatkan masalah keterlambatan gaji, keterlambatan pembayaran, keterlambatan bonus. Saya minta maaf harus mengatakan hal ini, saya sudah tanyakan kepada manajemen dalam hal ini Fajrin, manajer kita. Namun tidak ada jawaban. Saya sudah bicara dengan Fajrin sebelumnya terkait budgeting kita dan juga Bapak Aksa," ujarnya.
Meski diterpa masalah internal, PSM Makassar tetap berjuang. Di bawah asuhan Tavares, tim Juku Eja menunjukkan performa yang menjanjikan, seolah masalah di luar lapangan tidak memengaruhi motivasi mereka. Namun, Tavares menyadari bahwa situasi ini tidak bisa terus dibiarkan.
"Sedangkan staf saja hampir 2,5 bulan tidak mendapatkan gaji mereka. Dalam sepak blola atau di mana pun, kita masing-masing mempunyai tanggungjawab dan tanggungjawab kita bekerja di sini dan tanggungjawab mereka memberikan apa yang seharusnya mereka berikan," tegasnya.
Pengungkapan ini bukan sekadar keluh kesah, melainkan sebuah seruan kepada manajemen klub untuk segera bertindak. Laga melawan Persija Jakarta adalah ujian sesungguhnya, bukan hanya bagi pemain di lapangan, tetapi juga bagi ketahanan mental dan profesionalisme seluruh anggota tim di tengah situasi yang tidak ideal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




