Debut Gemilang, Berapa Gaji Veda Ega Pratama di Moto3?
Kamis, 5 Maret 2026 | 13:39 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Veda Ega Pratama langsung menunjukkan performa menjanjikan pada seri pembuka Moto3 Thailand 2026. Penampilan pebalap muda Indonesia itu menarik perhatian publik sejak balapan pertamanya di ajang Grand Prix.
Performa tersebut tidak hanya memicu pembicaraan soal aksinya di lintasan. Banyak penggemar juga mulai penasaran dengan nilai kontrak serta kisaran pendapatan yang diterima Veda sebagai pebalap Moto3.
Keberhasilannya menembus Honda Team Asia di kelas Moto3 menjadi pencapaian penting. Veda tercatat sebagai salah satu pebalap Indonesia yang berhasil masuk ke tim tersebut di tengah ketatnya persaingan kelas entry level Grand Prix.
Lantas, berapa kisaran gaji pebalap muda seperti Veda Ega Pratama pada kelas Moto3? Berikut gambaran pendapatan pebalap dalam kategori entry level kejuaraan dunia balap motor tersebut.
Gambaran Umum Gaji Pebalap Moto2 dan Moto3
Hingga kini, detail kontrak Veda Ega Pratama belum diumumkan secara resmi oleh Honda Team Asia maupun Astra Honda Racing Team. Meski begitu, gambaran mengenai pendapatan pebalap di kelas Moto2 dan Moto3 dapat dilihat dari praktik yang umum terjadi di industri balap.
Jika dibandingkan dengan MotoGP, besaran gaji pebalap di dua kelas tersebut memang sangat berbeda. Bahkan, perbedaan nilainya kerap digambarkan seperti bumi dan langit.
Pada kelas Moto3, banyak pebalap yang justru harus mengeluarkan dana besar untuk mendapatkan kursi balapan. Fenomena ini dikenal dengan istilah pay rider, yakni pebalap yang membawa dukungan sponsor pribadi atau keluarga untuk membayar biaya tim.
Secara umum, pendapatan pebalap Moto2 dan Moto3 sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti prestasi di lintasan, reputasi pebalap, serta jenis kontrak yang disepakati dengan tim.
Berdasarkan data industri, kisaran gaji pebalap di kelas menengah tersebut berkisar antara 30.000 hingga 150.000 euro per tahun, atau sekitar Rp 500 juta hingga Rp 2,5 miliar.
Kondisi finansial Moto3 tergolong unik jika dibandingkan dengan kelas lain. Tidak sedikit pebalap yang justru tidak menerima gaji sama sekali karena status mereka sebagai pebalap yang didukung sponsor.
Artinya, alih-alih memperoleh pendapatan tetap dari tim, sebagian pebalap justru harus membawa dukungan finansial sendiri agar bisa berkompetisi sepanjang musim.
Hal ini menunjukkan bahwa posisi pebalap yang memperoleh gaji dari tim di kelas Moto3 tergolong cukup istimewa, terutama jika mereka direkrut berdasarkan prestasi dan potensi yang dimiliki.
Perbandingan dengan Gaji Jorge Martin saat Debut Moto3
Sebagai gambaran, juara dunia MotoGP 2024 Jorge Martin pernah menerima gaji pokok sekitar 40.000 euro atau sekitar Rp 670 juta ketika menjalani debutnya di Moto3 pada usia 17 tahun.
Nilai tersebut dianggap cukup tinggi untuk ukuran pebalap pemula pada kelas Moto3. Martin direkrut oleh tim karena bakatnya yang dinilai sangat menonjol sehingga ia tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkan kursi balap.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa pebalap muda berbakat memiliki peluang untuk mendapatkan kontrak yang lebih baik dibandingkan pebalap lain yang harus berstatus pay rider.
Situasi serupa kemungkinan juga dialami oleh Veda Ega Pratama. Pebalap asal Gunungkidul tersebut dikenal sebagai salah satu talenta binaan Honda yang berkembang melalui jalur kompetisi Asia Talent Cup dan Red Bull Rookies Cup.
Pebalap yang dipromosikan melalui jalur prestasi seperti ini biasanya mendapatkan kontrak standar dari tim, bukan sebagai pay rider.
Meski nominal kontraknya belum dipublikasikan, status tersebut menunjukkan bahwa Veda memiliki posisi yang cukup kuat di dalam struktur tim.
Debut Mengesankan pada Moto3 Thailand 2026
Terlepas dari teka-teki mengenai nilai kontraknya, Veda Ega Pratama telah membuktikan kapasitasnya sebagai pebalap profesional di level Grand Prix.
Pada balapan debutnya di Sirkuit Internasional Chang, Thailand, yang berlangsung pada Minggu, 1 Maret 2026, pebalap muda Indonesia tersebut berhasil finis di posisi kelima.
Hasil tersebut menjadi pencapaian yang sangat positif bagi seorang rookie di Moto3. Penampilan impresif itu bahkan mendapatkan apresiasi langsung dari Honda Racing Corporation (HRC).
Pihak HRC menilai bahwa Veda memiliki potensi besar untuk bersaing memperebutkan podium pada seri-seri berikutnya.
"Sangat senang dengan hasil P5 di balapan Grand Prix pertama saya. Terima kasih sebesar-besarnya kepada tim atas kerja luar biasa sepanjang pekan ini," tulis Veda melalui akun Instagram pribadinya.
Setelah berhasil meraih poin pada balapan perdananya, fokus Veda kini tertuju pada seri kedua Moto3 yang akan berlangsung di Brasil pada 20 hingga 22 Maret 2026 mendatang.
Dengan performa awal yang menjanjikan tersebut, nilai komersial Veda diperkirakan akan terus meningkat sepanjang musim 2026. Performa konsisten di lintasan dapat memperkuat posisi tawarnya di mata tim pabrikan maupun sponsor.
Jika tren positif tersebut berlanjut, bukan tidak mungkin Veda Ega Pratama akan menjadi salah satu pebalap Asia dengan prospek karier yang sangat menjanjikan di ajang Grand Prix.
Meski nilai kontrak resmi Veda Ega Pratama di Moto3 belum diumumkan, gambaran dari industri balap menunjukkan bahwa pendapatan pebalap di kelas tersebut umumnya berkisar antara 30 ribu hingga 150.000 euro per tahun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Festival Mudik Dongkrak Wisatawan ke Wonosobo
Pidato Trump Picu Lonjakan Minyak Dunia
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Prabowo Beri Pelukan Hangat untuk Keluarga TNI yang Gugur di Lebanon




